selasar-loader

Apa harapan Anda (yang harus diperbaiki/dilanjutkan dari masa kepemimpinan Ahok-Djarot) terkait kepemimpinan Anies-Sandi di DKI Jakarta?

LINE it!
Answered Oct 24, 2017

AJRW_fbKnGLTUaAzZcoF09ernDFxWqoD.png

Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, telah resmi dilantik untuk menjabat untuk periode 2017-2022 pada hari senin (16/10/17).

"Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dan wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," janji Anies dan Sandi ketika disumpah.

Setelah disumpahnya Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, mereka harus berjuang tidak hanya bagi pendukungnya ketika kampanye pilkada dilangsungkan, tetapi juga harus berjuang dan bekerja untuk pendukung Ahok-Djarot, AHY-Sylvy dan seluruh warga jakarta yang abstain pada pilkada lalu.

Jawablah pertanyaan ini dengan menuliskan harapan Anda (yang harus diperbaiki dan dilanjutkan dari masa kepemimpinan Ahok-Djarot) terkait kepemimpinan Anies-Sandi di DKI Jakarta secara deskriptif, data driven, dan mendeskripsikan hal-hal yang merefleksikan uneg-uneg Anda. Ini akan berguna untuk memberikan gambaran besar atas aspirasi masyarakat Jakarta tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan ketika mengurus warga dan teritori ibukota negera ini.

Selamat menjawab!


Ma Isa Lombu
Pemerhati Indonesia

JX6C1c5lkFN3_0bLixb3HMlMeDHcodlv.jpg

Jakarta Open Data dan Smart City

Jakarta yang lebih terbuka dan Jakarta yang lebih modern tentunya menjadi harapan setiap warga kota. Tidak sampai di sana, Jakarta yang lebih tertib dan manusiawi juga diimpikan oleh jutaan penduduk yang tinggal di daerah penyokong sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Tanggerang, Depok, dan Bogor.

Setiap hari, ratusan ribu orang yang berasal dari daerah penyokong tersebut commute untuk mencari nafkah dengan berangkat sebelum matahari terbit dan kembali sampai rumah ketika matahari sudah tenggelam. Wajar jika orang-orang itu mengidamkan Jakarta yang lebih responsif dengan kebutuhan mereka. Kebutuhan akan sebuah kota yang tidak hanya nyaman untuk tumbuh dan berkembang, tetapi juga wajah kota yang ramah terhadap interaksi lalu-lalangnya para commuters.

Prestasi yang saya kira membanggakan dari gubernur Ahok berkaitan dengan mengusahakan Jakarta yang lebih nyaman adalah awareness Gubernur Ahok dan jajarannya akan urgensi keterbukaan data. Prestasi ini tentu harus diapresiasi oleh setiap orang dan saya kira harus dan wajib dilanjutkan oleh Anies-Sandi dalam rangka mewujudkan Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya, seperti salah satu slogan yang kerap dilontarkan kala kampanye dilangsungkan.

Sebenarnya, saat ini Jakarta sudah memiliki sebuah portal data yang cukup progresif dibandingkan dengan daerah lainnya di Tanah Air. Situs yang dapat diakses di data.jakarta.go.id ini menampilkan banyak sekali data publik yang dipasok oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Jakarta. 

Meski data yang ada akan terus berkembang karena dipasok oleh aparat pemerintah, idealnya gerakan keterbukaan data (open data) ini melibatkan partisipasi publik yang lebih luas. Poin inilah yang harus diusahakan oleh Anies-Sandi pada periode pemerintahannya.

Keterbukaan data (open data) menjadi suatu hal yang penting dan harus diprioritaskan oleh pemerintah kota, karena selain untuk mempermudah/memperbaiki kinerja pemerintah dan masyarakat, gerakan open data yang terlembagakan akan mendorong setiap stakeholders kota untuk bersama-sama menjadi data supplier yang akhirnya dapat diolah kembali untuk tujuan lain yang lebih luas, juga produktif. 

Sebagai contoh, data yang sangat besar (big data) tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti check and balances kinerja pemerintah sebagai bagian penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, optimalisasi penggunaan sumber daya kota, pengambilan keputusan strategis, baik dalam tataran makro (pemerintah) ataupun mikro (warga kota), sampai kepada penciptaan kesempatan ekonomi atau pemerataan kesempatan kerja. 

Untuk lebih mempermudah gambaran akan big data, simak video berikut ini:

Saat ini, seperti sudah disinggung sebelumnya, penggunaan big data secara tradisional sudah diwujudkan lewat pembentukan portal data (data.jakarta.go.id) dan catatannya adalah bahwa partisipasinya harus lebih ditingkatkan, tidak sebatas sampai SKPD, tapi sampai ke partisipasi seluruh warga kota. Lebih jauh lagi, penggunaan big data harusnya bisa disinergiskan untuk membangun kota yang lebih cerdas (smart city), yang pada periode kepemimpinan Ahok sudah mulai dirintis pelaksanaannya.

Inovasi teknologi berupa smart city jelas tidak dapat dipisahkan dari kontribusi big data yang telah diusahakan sebelumnya. Apalagi dengan perangkat teknologi modern super canggih yang dapat berpikir sendiri (Artificial Intelligence) dan juga keberadaan teknologi untuk saling bertukar data dengan perangkat keras ataupun mengendalikan sesuatu dari jarak jauh melalui jaringan internet (Internet of Things/IoT), konsep smart city akan sangat menarik untuk diusahakan.

Saat ini, sudah banyak developer lokal ataupun internasional yang sudah mulai mengembangkan produk smart city. Pertanyaan selanjutnya adalah akankah pemerintah kota menggandeng para developer terbaik tersebut untuk mengembangkan konsep smart city untuk Jakarta?

Saya yakin, jika inisiatif pemerintahan Ahok terkait smart city ini dapat diteruskan oleh pasangan Anies-Sandi secara serius, maka optimasi sumber daya, pengentasan masalah, dan juga terwujudnya good corporate governance dapat terjadi di seluruh lapisan masyarakat kota; bukan hanya dalam ruang lingkup pemerintahannya, tetapi juga warga kotanya.

CHsLh-2nRYyHHvqeS-3CF2wGbXIGLPfl.jpg

Suatu saat nanti, saya membayangkan setiap warga kota Jakarta memiliki sebuah aplikasi Jakarta Smart City yang terinstal pada telepon pintarnya masing-masing. Dalam perangkat lunak tersebut, setiap warga kota dapat mengetahui setiap hal yang ia butuhkan di kotanya seperti keadaan lalu lintas, tingkat kepadatan angkutan kota, aman atau tidaknya suatu daerah, ketersediaan bahan makanan di sebuah waralaba, kepadatan rumah sakit, lokasi warga kota lain yang membutuhkan bantuan dan sebagainya. 

Ketika informasi tersebut sudah didapatkan secara real time dan akurat, maka pengambilan keputusan terbaik dapat dilakukan secara lebih cepat. Belum lagi jika Jakarta Smart City telah memiliki teknologi Artificial Intelligence yang memadai, user dapat langsung bertanya kepada perangkat digital tertentu dan langsung direspon dengan informasi yang akurat, reliable dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Lebih jauh lagi, tidak hanya bertukar dan saling support data, setiap warga kota juga dapat berinteraksi satu sama lain baik interaksi yang dilakukan antarwarga atau interaksi yang dilakukan oleh warga dan penyedia fasilitas kota (pemerintah). Jika aktivitas interaksi seperti ini terjadi organik, data yang terkumpul akan semakin besar dan tentu akan semakin mengoptimalkan kinerja dari teknologi smart city yang ada.

Tentu, mengusahakan Jakarta Smart City yang didukung dengan big data bukan sesuatu yang mudah. Diperlukan keterlibatan seluruh warga kota untuk bersama bahu-membahu mewujudkan konsep tersebut. Untuk itulah, maka melanjutkan hal-hal yang sudah ada dari pemerintahan sebelumnya dan selalu berusaha mengkonsolidasi warga Jakarta untuk tetap bersatu serta terhindar dari konflik antargolongan (yang timbul pascapilkada) harus menjadi prioritas Anies-Sandi ke depan.

Sekali lagi, untuk mewujudkan "Jakarta yang maju kotanya, bahagia warganya".

270 Views
Zulfian Prasetyo

Bukannya sudah ada Qlue?  Oct 26, 2017

Ma Isa Lombu

Beda fungsi, bro. Qlue itu kayak lapor.go.id. kalo ini official apps dari pemda/gov-nya Langsung  Oct 27, 2017

Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia