selasar-loader

Apa kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mengantisipasi kejadian kekerasan seperti "tarung gladiator"?

LINE it!
Answered Oct 09, 2017

Bima Arya
Wali Kota Bogor Periode 2014-2019

Kemarin, saya datang ke SMA Budi Mulya untuk mendengar dari guru-guru dan juga siswa di sana tentang apa sebetulnya yang terjadi. Yang harus kita pastikan adalah apakah betul peristiwa yang kemarin itu, yang gladiator itu, adalah tradisi. Ini penting. Kalau itu tradisi, wah, itu sudah parah sekali artinya.

Nah, kemarin, berdasarkan keterangan dari guru-guru, diduga bahwa itu sebetulnya belum tentu tradisi yang sudah lama. Mungkin juga kejadian-kejadian insidental saja. Tapi apapun itu, dalam briefing staff saya sampaikan bahwa ini penanganannya harus menyeluruh, dari hulu sampai ke hilir, mulai dari preemtif, preventif, sampai represif. Yang represifnya apa? Ya, ada yang beda antara nakal dan kriminal. Nakal itu ya dibina. Bolos itu mungkin masih nakal. Gangguin, isengin temen itu masih nakal. Tapi kalau sudah bawa senjata tajam itu sudah kriminal. Nah, ini urusannya penegak hukum di sini.

Tapi sekarang, yang pertama saya minta pembinaan, pengawasan sekolah untuk ditingkatkan. Yang kedua kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang positif, ya harus terus didukung oleh sekolah. Yang ketiga, satgas sekolah ini kita galakkan lagi. Yang keempat, lingkungan di sekolah juga harus kita pastikan steril.

Kemarin di salah satu SMA di kota Bogor, ada laporan bahwa ada warung yang di dekat situ menjual miras. Langsung saya datang ke situ. Kalau bahasa anak-anak sekarang “tercyduk”. Ya, jadi warung itu “tercyduk” jual minuman keras. Ada bir. Ada tuak di situ. Bayangkan, hanya 50 meter dari sekolah. Jadi, tegas pasti kita proses secara hukum. Kalau memang tidak ada izinnya, ya pasti itu tidak ada izinnya, ya tidak boleh berjualan. Dan bahkan seharusnya, kita sanksi warung itu untuk ditutup. Jadi nanti mulai dari preemtif sampai represif itu akan kita lakukan.

Dan penting juga kepada anak-anak muda di Bogor, anak-anak SMA, untuk selalu diberikan motivasi. Setiap Senin, Insya Allah, saya akan terus berkeliling untuk menjadi pembina upacara di SMA-SMA. Untuk selalu mengingatkan anak-anak muda tentang risiko yang mereka pilih ketika mereka ikut-ikutan tren yang sebetulnya tidak jelas. Jadi, Insya Allah Pemkot fokus betul untuk memastikan bahwa tradisi ini bisa kita putus. Ini tradisi yang barbar, yang biadab. Ini harus kita putus bersama.

384 Views
Write your answer View all answers to this question