selasar-loader

Mengapa di Indonesia banyak sekali terjadi kekerasan di sekolah?

LINE it!
Answered Oct 02, 2017

Ridwan Hidayanto
Dokter Gigi Muda | Unair | Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 4 Surabaya

Hasil gambar untuk bullying

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang siswa melakukan tindak kekerasan/bullying. Dalam school bullying, sekolah yang marak terjadi bullying adalah sekolah-sekolah yang memiliki tingkat diskriminasi yang tinggi (baik dari kalangan siswa maupun kalangan guru), kurang menerapkan nilai-nilai kedisiplinan di dalam lingkungannya, kurang memiliki pengawasan dan bimbingan etika dari guru dan pengawas sekolah, tidak layak dalam melakukan bimbingan, dan kurang konsisten dalam menerapkan peraturan.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan bullying dilakukan, antara lain sebagai berikut.

a. Keluarga

Pelaku bullying kerap berasal dari keluarga yang bermasalah, memiliki orangtua yang sering menghukum, atau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan konflik dan permasalahan. Anak cenderung menirukan perilaku orang tuanya. Terhadap konflik yang dilakukan oleh orangtuanya, anak akan meniru dan menerapkannya terhadap teman-temannya. Apabila dibiarkan, perilaku ini akan membentuk sikap anak bahwa “mereka yang memiliki kekuatan diperbolehkan untuk menyerang, baik serangan fisik maupun serangan psikis kepada orang lain yang dianggap lebih lemah." Dari sinilah, seorang anak akan mengembangkan perilaku bullying hingga ke sekolah.

b. Sekolah

Pada sekolah yang cenderung mengabaikan perilaku bullying, siswa akan mendapatkan penguatan perilaku intimidasi terhadap siswa lain. Bullying marak terjadi juga karena masukan-masukan negatif yang sekolah berikan, misalnya seorang guru yang memberikan hukuman yang bersifat tidak membangun terhadap siswa sehingga tidak menumbuhkan rasa menghargai dan menghormati di antara sesama dalam lingkungan sekolah.

c. Faktor kelompok sebaya

Siswa dalam lingkungan sekolah terkadang terdorong melakukan perilaku bullying. Beberapa siswa melakukan bullying karena ingin dipandang hebat dan kuat sehingga dia dapat masuk dalam kelompok siswa tertentu walaupun ia sendiri merasa tidak nyaman atas perilaku yang ia perbuat.

d. Kondisi lingkungan sosial

Faktor kondisi sosial juga menjadi salah satu faktor penyebab bullying dilakukan. Pada salah satu kondisi sosial, misalnya kemiskinan, seorang siswa cenderung akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhannya sehingga tidak heran bila sering terjadi pemalakan di lingkungan sekolah.

e. Tayangan televisi dan media cetak

Tayangan televisi dan media cetak membentuk perilaku bullying dari segi tayangan mereka. Survei yang dilakukan oleh Kompas tahun 2006 menyimpulkan bahwa 56,9% anak meniru perilaku yang mereka tonton. Umumnya, mereka meniru sekitar 63% gerakan dan 43% ucapan yang ditonton.

#Jawabanku September 2017
#Rumah Kepemimpinan
#RK Regional Surabaya

407 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored