selasar-loader

Mengapa kerupuk menjadi teman yang cocok untuk makan?

LINE it!
Answered Sep 30, 2017

Okky Tria Kurniadi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM

Ed-dd03Gh_CIpL9gK1eK4OWsunOiXmKk.jpg

Pertama ialah kerupuk bukan makanan berat yang membuat kita jadi kenyang setelah memakannya, sehingga kita tidak akan merasa bahwa porsi makan kita bertambah banyak cuma gara-gara ngambil beberapa kerupuk.

Kedua ialah terkait rasa. Sekarang ini, kerupuk sudah memilki banyak varian rasa, mulai dari yang pedas, manis, asin, hingga rasa-rasa seperti balado, barbeque, dll. Dengan budget terbatas, kita bisa merasakan banyak pilihan rasa pada makanan melalui kerupuk yang kita makan.

Yang ketiga berkaitan dengan habit masyarakat. Beberapa orang di antara kita sudah terlalu biasa makan dengan kerupuk sehingga merasa enggan untuk makan tanpa kerupuk sebagai pelengkap, terlebih jika sudah terdapat dogma bahwa ketika kita makan, harus ada kerupuk. Itu terjadi pada beberapa orang.

Yang keempat ialah terkait sensasi. Ketika menyantap kerupuk, kita akan merasakan sensasi yang berbeda, misalnya ketika kita memakan nasi sayur dan tempe goreng; rasanya mulut terasa bosan dengan jenis-jenis makanan lunak. Untuk itulah kerupuk hadir dengan membawa sensasi tersendiri.

Yang kelima ialah bagaimana kerupuk menjadi penyambung antartingkat kesenjangan ekonomi. Kerupuk ialah makanan yang disukai, mulai dari para petinggi perusahaan hingga tukang becak yang biasa mangkal di perempatan. Untuk itu, memakan kerupuk ialah bagaimana kita bisa berbicara mengenai merasakan kesamaan bagi setiap golongan sehingga mereka dapat bersyukur dan termotivasi untuk bekerja lebih giat lagi.

Yang terakhir ialah bagaimana kerupuk menjadi ajang eksistensi diri. Terkadang, ketika kita bisa membeli krupuk dan memakannya, kita akan merasakan sesuatu hal yang berbeda, yang unik daripada orang lain yang tidak memakannya. Di tempat lain yang para masyarakatnya mempunyai kebiasaan makan kerupuk, ketika kita tidak makan, kita dianggap orang aneh yang mungkin dipandang secara sosial berbeda dengan mereka. Kasus ini bergantung pada kondisi lingkungannya.

 

Ilustrasi via pixabay

324 Views
Write your answer View all answers to this question