selasar-loader

Mengapa orang Indonesia suka menggunakan aplikasi Path?

LINE it!
Answered Sep 15, 2017

Zulfian Prasetyo
Tertarik pada gaya hidup sehat dan pernak-pernik keseharian lainnya.

h-k3KCy9Hfd5vZ5zFkjc8JxkZ8e1G6Pi.png

Saya menggunakan Path dari pertengahan 2014. Dari sekian banyak aplikasi media sosial yang saya pernah coba (dan sebenarnya juga tidak banyak-banyak amat), Path adalah aplikasi yang paling sering crash. Belum lagi database lagu dan bukunya yang payah.

Logikanya, kelemahan utama itu membuat saya menekan tombol uninstall dengan senang hati. Sialnya, hal demikian tidak terjadi.

Berulang kali crash, saya malah ketagihan. Alasannya mungkin karena user interface-nya enak dipandang. Saya suka bagaimana desainer-desainer mereka menempatkan segala sesuatunya di tempat yang tepat. Saya suka tombol utama mereka yang seperti baut; berputar dan menawarkan fitur-fitur mereka. Penggunaan kombinasi warna merah dan putih juga asyik. 

Namun, di atas itu semua, saya suka ide utama mereka: private sharing. Saya merasa lebih nyaman ketika berbagi karena saya berbagi dengan sekelompok kecil orang sehingga unsur keintimannya lebih terjaga. Saya bahkan sempat membuat tulisan di Selasar ketika Path error dan bagaimana mereka meresponsnya.

Bagi saya, Path mungkin adalah media sosial yang introvert.

Ilustrasi via iamtoosh

242 Views
Write your answer View all answers to this question