selasar-loader

Apa persoalan utama Bahasa Indonesia?

LINE it!
Answered Sep 03, 2017

Bagaimana solusinya menurut Anda?


Rasya Swarnasta
anak sastra yang mencintai karya sastra.

Bagi saya pertanyaan ini sesulit menjawab pertanyaan yang hampir selalu saya jumpai: Apakah bahasa Indonesia itu gampang atau susah? Karena bagi saya, bahasa Indonesia ini bisa dikategorikan menjadi keduanya; bahasa Indonesia adalah bahasa yang segampang itu, pun bahasa yang sesusah itu pula.

Selama saya belajar Sastra Indonesia, mata kuliah paling mengerikan bagi saya adalah Bahasa Indonesia dan Ragam Ilmiah. Di sini saya mempelajari soal subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan (yang sudah diberikan sejak kita di sekolah dasar), kalimat mana yang efektif dan mana yang tidak, kata apa yang tidak boleh di awal kalimat, kata apa yang tidak baku ... dan pada puncak kestresan saya, saya marah karena bagi saya, tiba-tiba semuanya menjadi sangat salah.

Misalnya saja: kokoh itu tidak baku, yang benar adalah kukuh. Moril itu tidak baku, yang benar adalah morel. Kata-kata yang selalu kita tuliskan di suatu laporan resmi itu ternyata adalah kata yang salah. Jumlahnya begitu banyak hingga saya merasa dipecundangi oleh bahasa Indonesia selama ini. Tentu saja kalau diucapkan tidak akan jadi masalah karena bahasa Indonesia membenarkan bahasa komunikatif--yang penting pihak pendengar bisa memahami dan kemudian tidak jadi soal.

Kemudian soal larangan penggunaan kata "di mana" di tengah-tengah kalimat. Itu berarti, kalimat seperti ini misalnya: "Peristiwa polimeri merupakan peristiwa di mana gandum berkulit merah bersilangan dengan gandum berkulit putih", merupakan kalimat yang tidak benar. Hal ini disebabkan karena kata "di mana" seharusnya digunakan sebagai kata tanya. Saat saya mengetahui ini, saya tidak bisa menerimanya begitu saja, karena bukannya bahasa Inggris menerapkan demikian? Mereka bisa menyisipkan "where" di suatu kalimat.

Tapi itulah yang membedakan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, dan bagi saya itulah persoalannya. Semakin kita menguasai bahasa Indonesia, semakin kita tahu bahwa begitu banyak kesalahan-kesalahan yang selama ini kita anggap benar, dan barangkali dalam jangka waktu yang lama, kesalahan itu akan tetap dianggap salah. Kita tidak bisa menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang sefleksibel itu, yang bisa menambahkan 1000 kata baru ke dalam kamus tiap tahun.

Mengutip kalimat: "easy to learn, impossible to master", bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah untuk dipelajari.

Tapi menguasainya itulah persoalan utamanya.

207 Views
Write your answer View all answers to this question