selasar-loader

Peristiwa apa yang menjadi titik balik kehidupan Anda, sehingga menjadi Anda yang sekarang ini?

LINE it!
Answered Aug 29, 2017

Sayembara Selasar Babak Final

Untuk tahap selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab 2 pertanyaan berikut:

1. “Apa alasan Anda menggunakan Platform Selasar?” 

Jawab pertanyaan no 1 dalam bentuk video. Durasi 1-2 menit, kirim video tersebut ke email halo@selasar.com

2. Peristiwa apa yang menjadi titik balik kehidupan Anda, sehingga menjadi Anda yang sekarang ini?

Vivat Selasares!


Shendy Adam
Birokrat, pemerhati politik, pencinta sepak bola.

Meskipun orang tua saya PNS, saya sama sekali tidak pernah punya cita-cita jadi abdi negara. Mendengar cerita Ibu saya soal praktek menyimpang yang terjadi (di zamannya) saja sudah bikin malas. 

Pun setelah saya menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM. Begitu lulus, saya justru mengejar mimpi saya jadi jurnalis olahraga.

Kesempatan emas tidak saya sia-siakan saat mendengar Harian Merdeka mau 'bangkit' lagi dari kematiannya yang sudah dua kali, sila cari sendiri sejarah soal Merdeka karena akan panjang kalau saya ceritakan di sini.

Gayung bersambut dengan diterimanya lamaran saya. Sempat pindah-pindah desk saat orientasi dan masa simulasi penerbitan, saya melobby supaya bisa ditugaskan di desk olahraga.

Saya sangat menikmati pekerjaan. Ibarat mengerjakan hobby tapi dibayar. Namun, periode ini ternyata berlangsung singkat. Merdeka berhenti terbit (lagi) hanya dalam waktu satu tahun.

Tidak terbayang oleh saya Merdeka akan tutup. Apalagi kalau mengingat ambisi besar dari sang pemilik, yang ceritanya saya dapatkan dari Pemred kami (Alm. Mulyana W Kusumah).

Saya tentu terpukul menerima kenyataan pahit ini. Lagi senang-senangnya menjalani pekerjaan, eh perusahaannya tutup. Sempat ada masalah dengan tunggakan gaji pula yang membuat saya agak trauma dengan perusahaan media.

Peristiwa tutupnya harian Merdeka ini sekaligus menjadi titik balik bagi saya. Saat masih galau mah mencoba peruntungan di mana, tetiba diumumkan adanya rekrutmen CPNS Pemprov DKI Jakarta. Ibu saya menyarankan agar saya mencoba.

Singkat cerita, saya lulus seleksi dan diterima sebagai CPNS. Saya ditempatkan di Biro Tata Pemerintahan, sebuah unit kerja di bawah Sekretariat Daerah. 

Sejak itu saya menyadari bahwa betapa Allah maha baik. Takdir-Nya begitu indah, hanya kita yang kadang tidak menyadari. Dulu saya sempat kecewa karena gagal masuk Komunikasi UI karena ingin jadi wartawan.

Ternyata Allah menjawab semua keinginan lewat caranya. Meski tidak kuliah di jurusan ilmu komunikasi, saya sempat mewujudkan cita-cita jadi jurnalis olahraga. Saya kemudian diberikan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang saya pelajari.

Dan walau gagal masuk Komunikasi UI, ternyata saya diberi jodoh istri lulusan Komunikasi UI. Tahun 2014 Allah kasih kejutan lain, saya diterima seleksi masuk UI untuk Pascasarjana Kajian Pengembangan Perkotaan. Dua tahun berselang saya diwisuda di Balairung.

Rasanya masih seperti mimpi. Betapa baik Allah-ku, padahal saya mah apa atuh.

Dengan menuliskan kisah ini saya maksudkan bukan untuk Riya, tapi justru sebagai pengingat diri sendiri untuk tidak mendustakan nikmat yang sangat banyak. Semoga juga bisa menginspirasi teman-teman Selasares supaya jangan pernah berprasangka buruk pada Tuhanmu.

Salam.

263 Views
Al-A'la Dzulfikar

blessing in disguise   Aug 29, 2017

Andrian Habibi

Tuhan bersama orang-orang yang berjuang  Aug 29, 2017

Pepih Nugraha

Perjalanan hidup yang menginspirasi


  Aug 29, 2017

Write your answer View all answers to this question