selasar-loader

Jika harus memilih, Anda lebih memilih untuk tinggal di desa atau perkotaan? Mengapa?

LINE it!
Answered Apr 25, 2017

Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

Twy20dgmmTVJc6YObyN8zsqBfSrXNUhm.jpg

Jika harus memilih, saya akan memilih tinggal atau hidup di desa. Ini adalah cita-cita saya sejak kecil, sebab saya pikir, kehidupan di kota atau di Jakarta ini, katakanlah demikian, adalah persinggahan sementara. 

Saya berasal dari daerah, dari kampung, tepatnya dari Tasikmalaya, sebuah kawasan yang akrab dengan pegunungan yang membiru, sungai yang berkelok-kelok, ngarai yang curam dan sawah yang membentang. Di sanalah saya dilahirkan serta dibesarkan. 

Saya menamatkan pendidikan SD sampai SMA di Tasikmalaya atau di desa tempat saya dilahirkan tersebut. Bagi saya, ketika saya harus kuliah di Bandung, di Universitas Padjajaran, saya pikir, inilah rasanya saya harus tercabut dari desa untuk mulai pengembaraan saya dalam mengarungi kehidupan ini di kota-kota besar. 

Sesungguhnya, ketika diterima di Universitas Padjajaran Bandung, saya sudah berpikir bahwa saya sudah akan tinggal di kota besar. Bandung pun saya pikir hanyalah persinggahan sementara dan betul, ketika lulus kuliah dari Bandung tahun 1990, saya mulai hidup di Jakarta dan pengembaraan saya di Jakarta berlangsung sampai saat ini. Jadi, kalau dihitung-hitung, sudah lebih dari 27 tahun saya berada di Jakarta plus 5 tahun di Bandung. Berarti, saya sudah berada di kota besar selama kurang lebih 32 tahun.

Saya merasa hidup di desa akan jauh lebih bermakna dari sisi ketenangan. Saya bisa leyeh-leyeh, melakukan "the Art of doing nothing" seenaknya, dan tidak terlalu berpikir masalah duniawi. Di desa, masih banyak sanak saudara yang perlu juga ditolong. Mereka bukanlah orang-orang yang berkecukupan. Bahkan boleh dibilang, sebagian dari mereka ini ada yang gagal menggapai kehidupan. Nah, kehadiran saya di desa barangkali akan menjadi bermakna buat mereka.

QBMnnC76gCUT00kIt6Zv7UXwL1bUGLOg.jpg

Saya pikir, saya punya waktu beberapa tahun lagi untuk tinggal di Jakarta karena saya harus menggapai cita-cita saya, yaitu membesarkan Selasar sebagai platform berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan, tempat saya harus melaksanakan tanggung jawab moral. Saya memiliki moral obligation untuk terus bersama teman-teman sampai selesai membesarkan Selasar. 

Saya yakin, tidak sampai dua atau tiga tahun lagi, Selasar ini sudah menjadi besar, menjadi raksasa, dan bermanfaat bagi banyak orang. Saya pikir, setelah itu, tugas saya selesai dan saya akan kembali ke desa. 

Demikianlah cita cita saya, sangat sederhana dan tidak muluk-muluk.

696 Views
Write your answer View all answers to this question