selasar-loader

Apakah setiap digital startup harus didanai oleh venture capital (VC) untuk dapat tumbuh?

LINE it!
Answered Aug 28, 2017

Pepih Nugraha
Kuliah bisnis di Prasetya Mulya program MMDP 2011-2012

blIik9XMmL08whaawGAflVuzP1IKTEE-.jpg

Saya percaya, tidak setiap digital startup harus didanai venture capital (VC) untuk melanjutkan usahanya. Tetapi skala beranjak saat memulai memang beda-beda, ada yang memerlukan uang atau dana (investasi) besar, tetapi ada dana yang cukup disediakan oleh "3F"; Family, Friend, Founder. Dana pertama ya sebaiknya dari mereka-mereka itu.

Jika bisnis digital semakin berkembang dan "3F" sudah kewalahan, maka bisa diajukan "seed funding" kepada investor skala kecil, misalnya besaran investasi Rp.100 juta untuk 1-2 tahun pembiayaan ke depan. Biasanya belanja yang ditekankan di sini adalah mesin atau infrastruktur, sedangkan SDM belum terlalu diperlukan, masih mengandalkan para founder saja.

Sebuah bisnis rintisan digital dikatakan memerlukan VC jika sudah kewalahan dalam mendanai infrastruktur akibat tumbuhnya (growth) aplikasi yang dibuat. Aplikasi yang bertumbuh memerlukan infrastruktur yang kuat, baik dari sisi server, hosting dan pembuatan aplikasi yang lebih canggih. 

Jika dana yang diperlukan sudah sangat besar, maka meminta bantuan VC besar adalah suatu keniscayaan, sebab tanpa uang mereka, bisnis rintisan digital akan "stuck", melambat, dan tidak terkadi "growth" lagi.

***

209 Views
Write your answer View all answers to this question