selasar-loader

Apa korelasi antara sistem pemerintahan presidensial dengan sistem multipartai yang berlaku di Indonesia? Lalu bagaimana langkah untuk memaksimalkan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia?

LINE it!
Answered Aug 28, 2017

Tsamara Amany
Aktivis Media Sosial dan Perempuan

8qwBb0XglLgjfNiJiK0kqrODHhwG3EBO.png

Sebenarnya, sistem Indonesia memang multipartai, tapi itu kan memang hak yang ada dalam masyarakat. Masyarakat memiliki hak pilih, kemudian banyak partai politik yang terpilih dan masuk ke dalam parlemen.

Memang, kita mau menguatkan sistem presidensial, tetapi di saat bersamaan, kita juga nggak bisa membatasi partai politik karena itu konsekuensi dari demokrasi. Partai politik tetap ada. Yang justru kita perlu kuatkan, kalau memang benar-benar ingin melakukan penguatan, memang bukan hanya menguatkan sistem presidensial secara sistem, tetapi juga menguatkan negara ini. Seperti yang aku bilang, menjalankan fungsi DPR dengan baik.

Ada 10 partai politik dalam DPR. Nggak masalah juga. Yang paling penting adalah ketika mereka ada di dalam sana, mereka bekerja dengan benar. Kalau mereka bekerja dengan benar, terjadi perdebatan juga nggak apa-apa. Itu wajar-wajar aja, kok. Kita mau menguatkan presiden tapi kita juga nggak mau melemahkan DPR.

Nah, permasalahannya adalah orang-orang yang ada di DPR ini. Nah, orang-orang di DPR ini, kalau mereka bagus, meskipun presiden kita mau berdebat pun, nggak masalah. Misalnya presiden punya solusi bagus, mereka punya solusi bagus, ketika mereka berdebat, solusi yang terbaiklah yang akan keluar dari masing-masing itu.

Nggak bisa kita cegahlah, partai politik di negara ini, walaupun banyak juga yang bilang bahwa kita kebanyakan partai politik, segala macam. Itu konsekuensi demokrasi. Nggak apa-apa kok banyak partai, nggak apa-apa banyak ribut, asal ributnya bermanfaat. Jangan ngeributin lembaga yang jelas-jelas mau memberantas korupsi. Itu nggak bermanfaat.

Foto via setkab.go.id

 

214 Views
Write your answer View all answers to this question