selasar-loader

Apa ciri-ciri orang terkena adiksi media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Path, Instagram, Line dll?

LINE it!
Answered Apr 24, 2017

Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

DUq4cb6dhNkhw1JnXFxhKXLl0SC_WpJM.jpg

Tidak dipungkiri hadirnya media sosial memberi dampak pada cara beinteraksi di dalam masyarakat, tak jarang muncul kalimat anekdot bahwa media sosial mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernyataan ini bukan tanpa dasar, namun ternyata banyak komponen masyarakat yang mengamati perubahan perilaku pada orang-orang yang menggunakan media sosial. Segala perilaku tercermin dari postingan di media sosial, lagi senang posting status, lagi sedih juga demikian, apalagi saat marah, media sosial seakan menjadi sarana yang pas untuk "nyampah". Tak hanya itu dengan hadirnya fitur live, orang membunuh dan bunuh diri pun diposting secara live. Tentu ini bencana.

Postingan-postingan tak lagi mengakrabkan, orang hanya berburu follower, interaksi sebatas iklan online shop atau debat kusir tak berujung, bahkan pernah memicu perkelahian, duel fisik antara yang berdebat. 

Status medsos seringkali menjadi ajang narsisistik, pamer, dan takabur. Banyaknya like, love, dan komentar seakan menjadi "wow moment", menjadi ajang berbangga diri. Hal-hal demikian merupakan reward bagi otak, dimana kemudian akan ada perasaan senang yang muncul. 

Proses reward tersebut merupakan proses yang sama dengan adiksi narkoba, jika adiksi narkoba mempengaruhi otak secara langsung dari zatnya, maka adiksi pada internet khususnya media sosial adalah hasil yang berulang dari "wow moment" tadi.

Secara prinsip adiksi terhadap apapun akan mempunyai pola yang sama. Orang dapat disebut mengalami kecanduan jika memenuhi kriteria tertentu, pada kecanduan media sosial, dapat diadopsi kriteria tersebut, misalnya adalah 

1. Adanya pola maldaptif dari penggunaan media sosial. Pecandu medsos akan terus-menerus berusaha menggunakan atau membuka medsos, tanpa peduli waktu dan situasinya.

2. Terjadi withdrawal syndrome. Jika pola penggunaan medsosnya dikurangi, atau dihentikan akan terjadi suatu kecemasan, merasa ada yang kurang, dan rasa ingin membuka medsos yang tak bisa ditahan.

3. Terjadi toleransi. Jika tadinya hanya buka medos sehari selama 0.5 jam, maka kemudian terjadi peningkatan hingga 8 atau 10 jam sehari.

4. Waktunya habis untuk menggunakan media sosial

5. Aktifitas hobi, kesenangan, dan sosial tak lagi menarik, bahkan dibuang, tak dilakukan.

6. Kewajiban sekolah atau bekerja menjadi terlantar.

7. Bermasalah dengan hukum karena menggunakan media sosial.

 

Jika minimal 3 mengalami kriteria diatas, berhati-hatilah, mungkin kita mengalami gejala adiksi internet khususnya media sosial.  

Diet digital, khususnya media sosial tampaknya harus dilakukan supaya sembuh dan terjaga dari kecanduan masa kini.

(keterangan gambar via progesstech.co.id )

289 Views
Pepih Nugraha

Saya suka dgn istilah "diet digital" suatu saat sy akan menulis ttg hal ini. Terima kasih.  Apr 25, 2017

Write your answer View all answers to this question