selasar-loader

Bagaimana cara membangun kedekatan antara penulis dengan audiens atau pembaca?

LINE it!
Answered Apr 24, 2017

Ika Mitayani
Blogger, Penulis Konten Web/MedSos, Pengasuh MamaKece dan Konten Kece.

7ldHrDk7uTsnqyHNt4edmMlE2levq4xo.jpg

Berkutat dan  bermain dengan kata-kata adalah salah satu pekerjaan saya. Menjabarkan ide menjadi sebuah program bagi kesuksesan sebuah brand juga membutuhkan kekuatan pilihan kata. Apakah saya bosan karena bertemu dengan kata-kata? Tentu saja tidak. Saya sangat mencintai kata. 

Bukankah perempuan dekat sekali dengan penggunaan kata yang berlebihan?

Saya akan berbagi pengalaman yang terbilang sedikit ini. Tentang bagaimana kata-kata yang telah saya tulis pada akhirnya mempengaruhi orang. Membuat orang tergerak untuk melakukannya. 

Cari Masalah

Eits tunggu dulu. Ini bukan berarti kita cari masalah yang ujungnya bikin rugi. Menulis artikel harus memikirkan apa sih masalah yang akan dialami target pembaca? 

Beri Solusi
Betul setelah Anda menemukan masalah yang akan dihadapi pembaca? Maka berikan solusi di dalam artikel tersebut. 

Misal masalah yang dihadapi para mama saat anak mengalami tantrum. Tentu harus ada solusi. Nah berikan solusi. Misal jangan keburu menuruti si anak. Harus ada tahapnya. Jelaskan dan paparkan. Kurang lebih seperti itu. 

Saya pernah menulis soal tantrum tersebut di mamakece.com dan saat itu saya share di fanpage. Alhamdulillah tembus juga jumlah visitor dan yang membaginya ke media sosial masing-masing. 

Mainkan Emosi Pembaca

Bukan berarti ngajak ribut ya. Ambil contoh masih sama masalah anak tantrum. Maka beritahu betapa dilema seorang ibu ketika harus mendidik anak. Apalagi kalau anak tantrum di jalan, misalnya. Ibu berada dalam dilema menuruti pandangan dan pendapat orang atau kebaikan si anak sendiri. 

Dan masih banyak yang lainnya yang bisa Anda bangun emosinya. Paparkan itu sehingga ibu yang memiliki anak sering tantrum akan mengatakan, iya benar itu. Berikan juga bagaimana agar anak terhindar dari tantrum. Caranya dengan mendidiknya secara dini bagaimana berharga sebuah uang. Tekankan bahwa ketika kita menginginkan sesuatu itu tidak gampang. 

Faktanya adalah kita harus berusaha terlebih dahulu. Contohkan si ibu yang harus mencari uang terlebih dahulu dengan bekerja. Untuk menafkahi atau membantu mencari uang tambahan. 

Saya rasa tiga hal di atas seperti cari masalah, solusi dan mainkan emosi pembaca lumayan bisa menggerakkan pembaca. 

Pembaca akan merasa dekat dan menganggap Anda ahlinya. Siapa tahu mereka malah curhat bagaimana cara kalau anak berantem, dll. Hal ini terjadi di salah satu postingan Fanpage @supermamakece. 


Saya tidak menyangka ternyata ini masalah yang paling banyak dialami para ibu dan membuatnya kepikiran.  Selain itu jangan lupa meminta pembaca share artikel Anda. Biar apa? Agar semakin banyak yang tahu tulisan Anda. Semakin banyak pula yang mendapatkan manfaatnya.

Bagaimana? Apakah artikel ini bermanfaat? Share bila bermanfaat ke teman ya. Siapa tahu ada yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih.

349 Views
Write your answer View all answers to this question