selasar-loader

Apakah Bapak Fahri Hamzah tertarik untuk menjadi presiden tahun 2019?

LINE it!
Answered Aug 26, 2017

Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

nF76XCYGvFssVlTeQ4ymuFXk47-cWNRi.jpeg

Saya waktu ditanya teman-teman tentang ini mengatakan bahwa tentu saya bukan orang yang bisa dihentikan, yang bisa distop, karena saya tidak bekerja kalau ada struktur atau kalau ada orang tertentu. Saya bekerja itu kalau ada value, kalau ada nilai, kalau ada cita-cita, kalau ada ideologi, kalau ada harapan yang kita bisa bangun.

Maka saya tidak bisa berhenti, kita akan terus berjuang.

Menjadi apapun itu tidak penting dan tidak relevan, asalkan kita tetap dalam perjuangan nilai.

Saya ingin memperjuangkan nilai yang saya yakini sejak awal, tentang agama, tentang negara ini, tentang demokrasi kita dan kebebasan kita sebagai umat manusia. Itu yang saya terus perjuangkan.

Soal posisi, kita nanti di mana, ketemu dengan siapa, teman kita siapa, itu semua adalah dinamika dari politik. Tetapi fondasinya bukan orang, melainkan value, sehingga saya bisa mengritik orang yang kemarin saya puji karena value-nya berubah. Dan insya Allah, saya berusaha supaya value dan nilai-nilai perjuangan serta cita-cita perjuangan saya tidak berubah sehingga saya dilihat dalam track sejarah ini sebagai orang yang commit dan konsisten terhadap value itu.

Apapun posisinya, itu soal kedua. Menjadi pemimpin itu sebagiannya memang karena pilihan proses demokrasi dan pemilu. Tetapi, misteri tetap misteri bahwa pemimpin itu juga adalah karena kehendak dari Allah Yang Mahakuasa, karena kita percaya itu, dan kita percaya bahwa negara kita yang percaya kepada Tuhan, percaya pada nilai-nilai universal dalam Pancasila itu, menjadi payung bagi kita untuk melihat siapa yang akan menjadi pemimpin ke depan.

Kita doakan saja, kita perjuangkan saja. Yang penting adalah pemimpinnya kalau bisa adalah pemimpin yang lebih baik. Presidennya lebih baik. Wakil Presidennya lebih baik. Nanti terpilih kabinet yang lebih baik, terpilih anggota DPR yang lebih baik. Dan ini memerlukan edukasi masyarakat selain doa, tentunya. Mudah-mudahan dalam perbaikan itu, kita terus berkarya. Saya sendiri kalau tidak di politik, ya, mengajar. Kita belajar. Kita berusaha mengembangkan ekonomi masyarakat supaya terus bertumbuh, menggapai kebahagiaannya, di dunia maupun di akhirat.

Tonton jawaban lengkap saya dalam video berikut ini,

Ilustrasi via jitunews.com

320 Views
Write your answer View all answers to this question