selasar-loader

Mengapa aplikasi Pasienia bisa menjadi juara dalam kompetisi Google?

LINE it!
Answered Apr 23, 2017

K9X4w-MaKfeWmhRymNvgqVXaLlzjqVKk.jpeg

Pasienia menang dalam kompetisi Google Business Group (GBG) Stories yang diumumkan pada 6 April 2017. Kompetisi GBG Stories merupakan kontes tahunan untuk menginsipirasi para wirausaha agar mengarahkan bisnisnya ke ranah jaringan (daring atau online) dengan berkontribusi sosial secara global. Aplikasi berbasis Android ini berhasil menyisihkan 468 aplikasi lain dari 26 negara di dunia. Seleksinya dimulai pada akhir tahun 2016 lalu dan berlangsung cukup ketat untuk memilih 9 aplikasi terbaik. Lalu, diseleksi kembali menjadi 3 besar terbaik. Hasilnya, Pasienia berhasil menempati posisi pertama. Apa yang menjadi kriteria penilaian juri sehingga Pasienia berhasil menjadi juara?

 


Isumi
Antusias tentang dunia media sosial

nq8-Pvw51Q7yRvNQESeha5By6o5t5EOR.jpg

Sumber gambar: Screenshot website pasienia.com

Setelah saya menyaksikan video daring dari 9 finalis di situs resmi GBG, Pasienia memang layak menjadi juara. Video singkat tentang penjelasan aplikasi Pasienia bisa menggugah rasa kemanusiaan. Awalnya aplikasi ini dibuat karena terinsipirasi dari kisah pribadi founder Pasienia. Fadli Wilihandarwo menjelaskan bahwa temannya mengidap sakit kanker sehingga dirinya tergugah untuk membuat aplikasi mobile yang menghubungkan antar sesama pasien agar bisa saling mendukung (support group).

Di situs resmi dikti, Fadli menjelaskan terdapat dua fitur utama dalam aplikasi Pasienia. Melalui timeline pasien, para pasien dengan penyakit yang sama bisa saling curhat dan memotivasi satu sama lain. Sementara melalui timeline dokter, pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter secara online. Jadi, tenaga medis pun bisa berkontribusi dengan mengevaluasi jawaban dari pasien untuk menjelaskan lebih rinci tentang informasi kesehatan, baik itu mitos maupun fakta.

Pasienia dibuat sejak bulan Mei 2015. Ketika aplikasi ini dirilis, timnya masih belum tahu cara untuk mendapatkan user. Pada saat yang bersamaan, Google sedang menyelenggarakan workshop tentang Growth Hacking yang menarik perhatian tim Pasienia untuk mengikutinya. Dalam minggu pertama, mereka berhasil mendapatkan 1500 user tanpa mengeluarkan biaya marketing. Hal ini membuat tim semakin optimis melebarkan sayap di kancah global untuk membantu pasien di seluruh dunia melalui global platform seperti Google PlayStore.

Informasi yang saya dapatkan dari situs resmi UGM, ternyata Fadli adalah alumnus Fakultas Kedokteran UGM. Aplikasi ini dikembangkan Fadli bersama dengan tiga rekannya saat masih menjalani kuliah di UGM, yaitu Dimas Ragil Mumpuni, Haidar Ali Ismail, dan Nur Hildayanti Utami di ajang Innovative Academy 2 UGM.

Karya anak bangsa dalam bidang aplikasi mobile pun mampu berkompetisi di kancah global. Selain Pasienia yang menjadi juara, startup Reblood dari Indonesia pun menjadi juara kedua yang berhasil lebih unggul dari aplikasi Croquetero (Meksiko).

Berdasarkan penjelasan dari CEO Pasienia dalam artikel Kompas, penilaian juri berdasarkan pada sejumlah faktor antara lain inovasi dari aplikasi, manfaat aplikasi untuk manusia dan lingkungan, serta jumlah pengguna aplikasi. Sejak dirilis di Google PlayStore pertengahan 2016, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 7000 kali dan mendapatkan rating pengguna sebesar 4,2 bintang dari total 5 bintang. Hingga kini terdapat sekitar 3.500 interaksi antarpengguna yang saling berkomunikasi lewat Pasienia.

Kita patut bangga atas keberhasilan dari kedua tim pemenang Indonesia. Mereka diberikan kesempatan berkunjung ke kantor pusat Google untuk bertemu dengan inovator dan pemimpin bisnis digital dalam Google I/O conference di Mountain View California pada pertengahan Mei tahun ini. 

Selamat! Semoga sukses selalu dan senantiasa semakin bermanfaat bagi warga dunia.

Catatan tambahan:
Saran saya aplikasi ini perlu dilengkapi fiturnya, karena belum semua kategori penyakit tersedia. Sehingga pasien yang bukan menderita penyakit fisik (seperti orang dengan gangguan jiwa dan penyakit mental lainnya) juga bisa menikmati layanan dalam aplikasi Pasienia. 

576 Views
Robby Syahrial

saya salut dengan idenya.. berbagi pengalaman antar sesama pasien dan keluarga. Saya juga setuju, jika kesembuhan penyakit itu tidak semata-mata melalui pengobatan yang dijalani, tetapi juga dari pribadi orang tersebut, kekuatan untuk mau sembuh.

Benar, applikasi ini akan sangat membantu dan bermanfaat!
  Apr 22, 2017

Isumi

Iya, saya juga sependapat mas. Karena itu saya menjelaskan tentang aplikasi ini sebagai ungkapan apresiasi atas keberhasilan Tim Pasienesia.
Aplikasi ini tinggal dilengkapi saja fiturnya, karena belum semua kategori penyakit ada. Semoga pasien yang bukan menderita penyakit fisik (seperti orang dengan gangguan jiwa dan penyakit mental lainnya) juga bisa menikmati layanan dalam aplikasi ini. :)  Apr 22, 2017

Isumi

*ralat: Tim Pasienia  Apr 22, 2017

Write your answer View all answers to this question