selasar-loader

Mengapa ajaran Syi'ah lebih berkembang di Iran dibandingkan dengan daerah lain di Timur Tengah?

LINE it!
Answered Aug 25, 2017

ahmad aufar
Ahmad Aufar Husaini

Sedikir ralat, Syiah berkembang hampir seluruh penjuru wilayah Islam pada awalnya. Pada zaman Abbasiyah sekalipun, Iran bukan basis orang Syiah sama sekali, soalnya dekat wilayah ibukota. Kaum Syiah denom Ismailiyah Fatimiyah mendirikan Khilafah Fatimiyah di Mesir untuk menyaingi Abbasiyah; khilafah ini bubar setelah diambil alih Sultan Salahuddin. Beberapa Syiah memang ada di Iran, yaitu denom Ismailiyah Fatimiyah Nizariyah/ Hasyasyiyyin. Iran saat itu menjadi pusat pemerintahan kesultanan Ahli Sunnah yang bernama Seljuk. Para ulama dari Iran pun kebanyakan Ahli Sunnah Asy'ariyah, contohnya Imam Ghazali.

Syiah baru menjadi aliran ofisial di Iran setelah berdirinya Kesultanan Shafawiyah yang dipimpin Ismail Syah. Pada masa tu terjadi konversi besar-besaran menuju Syiah di Persia dan Azarbaijan. Para sultan Shafawiyah mengundang para ulama Syiah dari tempat-tempat jauh untuk menyebarkan ajarannya di Iran. Denom Syiah di dinasti Shafawiyah adalah Itsna Asyariyah (dua belas).

Sebelumnya Iran sama sekali bukan Syiah, malahan Shafawiyah sendiri pada mulanya adalah tarekat tasawwuf Ahli Sunnah bermazhab fikih Syafiiyah yang didirikan oleh seorang Syaikh berkebangsaan Kurdi bernama Syaikh Safiuddin Al-Ardabili.

182 Views
Write your answer View all answers to this question