selasar-loader

Siapakah kandidat Ketua Umum PB HMI masa depan? Apa yang harus dijadikan standar memilih calon pemimpin HMI?

LINE it!
Answered Aug 24, 2017

Calon pemimpin HMI terpilih melalui proses demokrasi internal bernama kongres. Dalam kebiasaannya, calon kandidat ketum adalah para pengurus baik di PB HMI atau Bakornas. Secara sederhana, cara menentukan pilihan tidak begitu terbuka diakibatkan adanya gerbong-gerbong politik. Jadi, pilihan objektif menjadi sulit ditemukan. Yang ada adalah menarasikan dan menjelaskan kandidat yang di dukung gerbong kepada calon pemilih. Nah, mengingat persiapan calon untuk mengampanyekan diri kepada 218 cabang HMI membutuhkan waktu yang lama. Lalu syarat apa yang bisa dijadikan standar memilih calon Ketum dan siapa yang layak memimpin HMI?


Ma Isa Lombu
Pemerhati Indonesia

XtSjlYwi5vY5HrsOIyw6i6oBjH2jpEaD.jpg

Secara common sense, ketua/pemimpin organisasi adalah seseorang yang mampu mewujudkan visi organisasi. 

Dalam hal ini, menurut saya, orang yang cocok dicalonkan sebagai ketua Umum PB HMI adalah seseorang yang mampu mewujudkan visi HMI secara lebih konkret dan sesuai dengan kondisi kekinian tanpa mengurangi esensi visi organisasi untuk terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT. 

Siapapun dia.

Saya bukan anggota HMI. Selama kuliah di Universitas Indonesia pun saya tidak banyak bersentuhan dengan HMI karena di kampus saya dahulu organisasi ekstra kampus (HMI, GMNI, PII dll) dilarang berkembang di lingkungan intra kampus. Apa sebab? Karena organisasi ekstra kampus sangat identik dengan diskusi dialektik tanpa batas ataupun konflik kepentingan politik kampus, yang menurut kesepakatan mahasiswa UI kala itu, lebih banyak menimbulkan mudharat dibanding manfaatnya. 

Gesekan politik kampus itulah yang sering kali menjadi kendala mahasiswa dan civitas akademika untuk dapat menerapkan prinsip tridarma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). Alih-alih berkolaborasi untuk berkarya dan menjadi value creator yang dibutuhkan untuk mengisi kekosongan karya intelektual di masyarakat, hadirnya organisasi politik ekstra kampus lebih sering menyulut gesekan antar pihak dan akhirnya melupakan esensi kemahasiswaaan itu sendiri. Terlebih lagi Universitas Indonesia kala itu sudah mencanangkan dirinya sebagai universitas riset.

Mungkin profil ketua PB HMI ke depan yang saya bayangkan adalah seorang figur yang bukan saja mampu mewujudkan visi organisasi secara efektif dan merangkul setiap faksi yang ada dalam organisasi, tapi lebih jauh dari itu, figur tersebut menurut saya juga harus dapat membalik citra buruk dan kenyataan yang hinggap di organisasi ekstra kampus yang saya sebut di atas. 

Saya berharap, HMI atau apapun organisasi ekstra kampus lainnya tidak hanya mampu berdialektika secara sehat antarkelompok, tetapi juga mampu berkolaborasi satu sama lain untuk berkarya secara konkret di masyarakat lewat program-programnya yang membangun, mencerahkan, juga menginspirasi. 

Seseorang yang bisa mewujudkan hal tersebut adalah sosok seorang calon pemimpin PB HMI masa depan yang diidamkan.

232 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia