selasar-loader

Adakah kaitan antara Ringgo Abdillah dengan Kelompok Saracen dalam penyebaran konten SARA?

LINE it!
Answered Aug 24, 2017

Pepih Nugraha
Karena budaya melekat dalam kehidupan sehari-hari, maka budaya itu penting

8-b0pGBiKJC1k4B6mfFmY1TxZnRKcaWw.jpg

Ringgo Abdillah adalah pemilik akun di mana kontennya, baik teks status maupun gambar yang dipostingkannya sering menghina Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Nama asli Ringgo adalah Muhammad Farhan Balatif, lulusan SMK berusia 18 tahun. Pada akun Facebook miliknya itu, ia menggunakan foto profil orang lain. Ia kerap menantang polisi dan akhirnya aparat kepolisian menangkapnya.

Alasan Farhan mengunggah kebencian terhadap Jokowi dan Tito karena kecewa atas pencapaian kinerja Jokowi selama menjadi Presiden RI, sedangkan terhadap Tito ia kecewa karena Polri belum bekerja maksimal di mana pungli masih ada di mana-mana. Ini memantik rasa heran polisi yang memeriksa Farhan karena pelajar setara Farhan sudah mampu mengungkapkan kekesalan kepada Jokowi dan Tito. 

Polisi sempat menduga Farhan tidak bekerja sendirian, melainkan ada orang yang mem-back up kegiatannya di medsos. Tidak lama kemudian, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap adanya kelompok yang membentuk grup di Facebook bernama "Saracen". Grup tersebut menggunggah konten berupa meme yang berisi ujaran kebencian, serta menyinggung dan mempertentangkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Grup 'Saracen' telah beraktivitas sejak November 2015 di mana indikat itu memiliki sejumlah anggota dengan struktur seperti organisasi. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap tiga orang tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Menurut pihak kepolisian, JAS selaku ketua berperan sebagai perekrut anggota. Ia menarik minat warganet bergabung dengan mengunnggah konten yang bersifat provokatif menggunakan isentimen SARA sesuai perkembangan tren media sosial. Bahkan JAS disebut memiliki kempuan di bidang informasi teknologi dan bisa memulihkan akun anggotanya yang dibiokir. JAS  juga membuat akun anonim sebagai pengikut grup dan berkomentar yang juga provokatif di setiap unggahan mereka.

Peran tersangka MFT adalah di bidang media informasi dengan tugas menyebarkan ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit. MFT juga membagikan ulang unggahan di Grup Saracen ke akun Facebook pribadinya. Sedangkan tersangka SRN merupakan koordinator grup Saracen di wilayah. Sama dengan MFT, SRN juga mengunggah konten berbau ujaran kebencian dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan JAS.

Apakah pemilik akun Ringgo Abdillah ada kaitannya dengan Grup 'Saracen' ini? Dari sisi pencidukan terhadap Ringgo dan tiga anggota 'Saracen', keduanya terjadi dengan jarak yang tidak terlalu lama, hitungan di bawah satu minggu. Hal ini cukup bisa menjelaskan adanya kemungkinan Ringgo sebagai kelompok 'Saracen'.

Dari sisi konten yang dimunculkan, ada perbedaan antara Ringgo dan kelompok 'Saracen'. Ringgo lebih sering menayangkan status atau gambar berisi penghinaan terhadap kepala negara dan Kapolri, sedangkan 'Saracen' lebih mengedepankan konten yang mempertentangkan SARA.

***

 

1144 Views
Nanda aditya nugroho

Menurut persepsi saya sih ringgo itu peranya seperti destribusi akan konten hate speech yang di buat oleh sindikat saracen yang bisa di sebut produksi karena ringgo itu memiliki kesamaan akan visi yang sama yang di buat sindikat tersebut dan ringgo itu tidak  dibayar murni akan kesamaan visi saja menurut saya   Aug 25, 2017

Write your answer View all answers to this question