selasar-loader

Peristiwa apa yang menjadi titik balik kehidupan Anda, sehingga menjadi Anda yang sekarang ini?

LINE it!
Answered Aug 24, 2017

Sayembara Selasar Babak Final

Untuk tahap selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab 2 pertanyaan berikut:

1. “Apa alasan Anda menggunakan Platform Selasar?” 

Jawab pertanyaan no 1 dalam bentuk video. Durasi 1-2 menit, kirim video tersebut ke email halo@selasar.com

2. Peristiwa apa yang menjadi titik balik kehidupan Anda, sehingga menjadi Anda yang sekarang ini?

Vivat Selasares!


Uli Elysabet Pardede
Karyawan Biasa, Blogger, Make-Up Addicts

"Jadikan makanan sebagai obatmu dan obat sebagai makananmu."
— Hippocrates

Berawal dari kepergian Maktua (Bibi) saya karena k*nker PD sejak September 2015. Saya memiliki ketakutan yang teramat besar, terutama bagi wanita seperti saya yang memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit itu. Tetapi kejadian itu belum membuat perubahan yang berarti dalam hidup saya. Saya masih tetap dengan pola hidup saya yang bisa dikatakan baik-baik saja tidak ada yang berlebihan.

Memasuki tahun 2016, saya mulai lepas kontrol.

  • Entah kenapa saya seperti men-jadwalkan konsumsi mie instant minimal setiap hari sabtu atau minggu. Padahal sebelumnya konsumsi mie instant bisa dibilang 1x dalam 3 bulan.
  • Saya juga mulai mengkonsumsi obat ketika sakit (kadarnya masih normal), padahal sebelumnya saya hanya mengkonsumsi apel hijau jika sakit dan sakit pun bisa dikatakan 1x dalam setahun.
  • Lain lagi ketika pergi keluar rumah, saya mulai tidak menggunakan masker hanya karena takut makeup-nya luntur. Padahal sebelumnya saya selalu menggunakan masker keluar rumah.
  • Tiba-tiba jika pergi main sama teman, saya jadi membeli minuman yang ada rasanya (brand: chatime). Padahal biasanya saya selalu memilih minuman mineral untuk makanan apa pun, bahkan jika ada saya minum air ber-ph di atas 7.

Pola hidup saya mungkin belum separah teman yang lain. Tapi pola seperti itu 'saja' sudah membuat tubuh saya menjadi lebih lemah dari sebelumnya. Terkadang iri dengan mereka yang bisa makan apa saja bahkan merokok dengan bebas, tapi terlihat baik-baik saja. Tapi belakangan saya mulai berpikir, betulkan mereka sehat atau hanya 'kelihatan sehat' saja?

Musuh utama saya adalah MSG.

Yap, benar sekali saya sudah mengenali tubuh saya dari dulu, bahwa MSG akan membuat badan saya gampang pegal-pegal dan susah BAB selama 3 hari. Itu sebabnya saya dari dulu mengkonsumsi mie instant hanya 1x dalam 3bulan bahkan terkadang rentang waktunya bisa lebih. Tapi  karena faktor pergaulan saya, jadi sering mengkonsumsi mie instant.

Suatu ketika iseng dengan teman memesan makaroni goreng yang lagi nge-hits di Jakarta. FYI, mecinnya banyak sekali!!! Saya memakannya 1 bungkus penuh tanpa bagi-bagi, dan ditambah lagi saya kurang minum pada hari itu. Keesokan harinya, sariawan di semua mulut saya, tenggorokan tidak enak, seluruh tubuh terasa pegal. Pada saat itu juga entah kenapa saya langsung terbayang wajah Bibi saya yang sudah tiada.

Saya gak sayang sama tubuh saya, padahal resiko penyakit itu besar akan terjadi pada saya. Sejak kejadian itu pikiran saya kalut, saya jadi sering googling 'gejala penyakit k*nker PD'. Walaupun saya masih dengan pola makan yang sama (tidak diubah sama sekali). Nasi, nasi dan nasi!!!

Saya stress. Saya mulai flashback pada masa-masa dulu. Di mana saya jarang sakit, belakangan malah menjadi 1x dalam 3bulan. Lebih parahnya lagi saya pernah sakit dan menyerah pergi ke dokter dan diberi obat segambreng (pada saat itu saya keracunan mie instant). Saya melanggar prinsip saya saat itu yang anti obat dokter apalagi obat warung.

Perubahan itu baru saja terjadi

Saya bersyukur hidup di masa sekarang yang dimana internet gampang di jangkau. Berkat googling, saya mulai belajar bagaimana mengatasi permasalahan saya ini. Penyakit datang dari stress dan pikiran. Awalnya di kala stress melanda saya memilih pergi jalan dengan teman-teman. Saya melakukan itu untuk terhindar dari stress, lebih baik saya tertawa-tawa dengan teman saya. Tak jarang junkfood menemani obrolan di saat santai, asap rokok teman saya sukses masuk ke dalam tubuh saya. Teman saya berkata bahwa merokok bisa menghilangkan stress, akibat bujuk rayu saya sukses turut merokok. Dan selama berteman dengannya saya sudah meminta rokok gratisan darinya sebanyak 2 batang.

Setelah pulang ke rumah, saya mengingat-ingat kembali apa yang saya lakukan. Burger, kentang goreng, dan 2 batang rokok!!! Ini sudah tidak benar!!! Yang awalnya saya ingin terhindar dari stress, malah makin stress ketakutan mikirin apa yang sudah masuk ke dalam tubuh saya. Dan bakalan jadi apa makanan itu di dalam tubuh saya.

Berkat ketekunan saya membaca artikel di internet dan menonton video di youtube ditambah lagi saya jadi gampang sakit. Tibalah saya pada saat-saat genting untuk mengambil keputusan  buat berubah. Dan biarlah kejadian mengisap 2 batang rokok itu hanya akan jadi kenang-kenangan karena tidak akan terulang lagi.

Saya sudah berubah!

Pikiran dan pola makan saya harus sejalan. Dengan saya pergi nongkrong dengan teman saya, bisa saja terlihat saya sudah melupakan masalah saya. Namun setelah saya sendirian tidak ada pilihan lain untuk memikirkan masalah itu lagi. Saya tidak mau mondar-mandir dalam lingkaran itu terus menerus dan lambat laun membuat tubuh saya menjadi asam karena pikiran. Soalnya penyakit itu suka datang ke dalam tubuh yang asam, saya ingin tubuh saya dalam keadaan yang basa.

Berkat ajaran dari internet dan kotbah di gereja saya memaafkan keadaan, orang atau apa pun yang membuat saya merasa tidak bahagia kala itu. Saya mensugesti diri saya bahwa memaafkan dengan tulus itu sangat menyehatkan.

Setelah saya menata pola pikir saya, mulailah saya menata pola makan saya. Saya menghindari yang instant, gluten, daging, gula dan lain sebagainya yang bisa membuat ph tubuh saya menjadi asam. Awalnya saya menemukan di youtube pola makan rawfood. Saya berpikir ini akan menjadi sangat mahal, pengeluaran saya pasti lebih besar ketimbang saat saya makan junkfood.

Tapi saat kita memiliki niat dan tekad yang bulat, Tuhan pasti menunjukkan jalan pada kita dengan cara apa pun. Saya tercengang dengan harga pisang sesisir hanya 5000 rupiah, melon bulat 10000 rupiah dan masih banyak makanan sehat lainnya yang sangat terjangkau.

Kejadian ini juga mematahkan banyak mitos yang sudah lama saya dengar bahwa makan buah di pagi hari bisa bikin sakit perut atau asam lambun naik, sebaiknya di awali makanan seperti roti atau nasi terlebih dahulu. Padahal Nabi Muhammad SAW saja makan buah terlebih dahulu sebelum makan makanan berat.

Orang-orang di sekitar saya terkesan meremehkan perubahan pola makan saya.

 "Sudah kurus kok masih diet?"

 "Orang Indonesia makan pake nasi"

"Lu yang awalnya ga punya sakit asam lambung, pasti bakalan kena penyakit asam lambung bentar lagi"

"Eh, makan nasi dikit dulu lo! Malah makan nanas pagi-pagi"

Saya tidak mau membuka permasalahan baru di dalam hidup saya hanya karena omongan banyak orang yang notabene sama sekali bukan pakarnya. Hati yang gembira adalah obat, cemoohan orang lain atas perubahan saya biarlah menjadi boomerang kelak bagi diri mereka. Mereka sehat atau hanya merasa sehat itu adalah urusan mereka. Kebetulan saya bukan ahli dalam membina orang-orang skeptis.

Lambat laun saya belajar tentang banyak makanan yang baik dalam tubuh kita. Saya mulai kepo dengan Food Combining dan akhirnya masuk dalam grup FB Food Combining Indonesia. Saya juga mulai kepo dengan terapi Gerson yang mendetoks tubuh dengan kopi dan akhirnya saya bergabung juga dalam grup FB Kopi Enema Indonesia. Saya senang akhirnya bertemu dengan orang-orang yang sependapat dengan saya, walau hanya di dunia maya.

Berikut pola hidup saya akhir-akhir ini sedikit ala Food Combining dan ala terapi Gerson.

Bangun pagi: 

  1. Segera melakukan Jeniper (Jeruk nipis peras) dicampur dengan air hangat dan diminum saat perut kosong. Mungkin terasa asam, tetapi akan berubah menjadi basa saat di dalam tubuh, bermanfaat juga untuk membersihkan liver.
  2. Melakukan Enema Kopi. Enema kopi adalah memasukkan air kopi hangat melalui anus untuk mendetoks racun-racun di dalam usus dan menstimulasi hati. (Kenapa saya melakukan enema kopi? Karena saya ingin usus saya lebih bersih dan sehat. Kesehatan keseluruhan tubuh biasanya tergantung kondisi usus)
  3. Sarapan Buah. Food Combining identik dengan sarapan buah. Terkadang saya makan bulat-bulat, terkadang juga saya jadikan smoothie. Buah yang sering saya makan adalah nanas, karena di dalam tulang nanas dipercaya dapat membunuh sel k*nker. Atau mungkin smoothie, biasanya saya mencampurkan bit, wortel, pokcoy, nanas dan lain sebagainya. Yang penting pintar mengkombinasi supaya tidak gampang bosan.
Siang
Nasi (Lebih sering tidak makan nasi)+Sayur-sayuran yang banyak + tempe.
Malam
Buah-buahan + Tumis Sayur
Dan kemudian tidur minimal 7 jam sehari. (Hal yang sering saya sepelekan sebelumnya)

Sudah semenjak 2 bulan terakhir saya jarang makan nasi, daging, tepung-tepungan, gorengan dan softdrink. Makanan yang enak di lidah itu bisa berubah menjadi makanan untuk sel-sel yang tidak baik. Saya tidak mau menganggap lumrah 'tidak enak badan', saya mencari cara bagaimana lepas dari hal itu walau sebenarnya bisa dibilang tidak lama saya rasakan.
Lambat laun saya merasakan manfaat dari pola hidup baru saya, badan lebih enakan dan jarang sakit. Apa yang saya rasakan, saya ceritakan kepada teman-teman saya yang sempat skeptis. Sekarang mereka malah pengen ikut-ikutan juga melakukan hal yang sama dengan saya.
Hidup saya sekarang jauh lebih baik, tidak dibayang-bayangi luka di masa lalu, masa dimana saya kehilangan Bibi saya karena penyakitnya. Saya sangat mencintai beliau, tapi tidak untuk meneruskan penyakitnya. Ada baiknya saya mencegahnya dari awal, bukan dengan obat-obatan yang belum tentu mudah dicerna melainkan dengan 'makanan hidup' yang disediakan alam.
Mungkin saya terlalu berlebihan sehingga menuliskan jawaban ini terlalu panjang. Jawaban saya akan sangat ringkas kalau saya bukan dalam satu garis keturunan penderita penyakit tersebut. Atau mungkin jika saya bukan wanita, karena wanita resiko terkena penyakit itu jauh lebih besar. Saya hanya tidak mau saja menjadi lemah dan merepotkan keluarga tercinta. Dan saya selalu berusaha untuk tetap istiqomah dengan pola hidup seperti ini. Amin.
Semoga berkenan dengan inti dari jawaban panjang saya ini. Dan terimakasih yang sudah membaca sampai akhir, setengahnya atau mungkin hanya seperempatnya saja.

Sekian!
 

194 Views
Isumi

Wah makasih sudah share ilmunya Kak Uli, saya jadi tahu tentang enema kopi.
Btw, puasa (kalau muslim biasanya puasa sunnah senin dan kamis gitu, selain puasa wajib bulan ramadhan) juga bisa mendetoks racun-racun di dalam usus loh. Mungkin bisa dicoba juga kak. Semoga sehat selalu :)  Aug 30, 2017

Uli Elysabet Pardede

bener, Mba... Puasa juga bisa men-detoks racun di dalam tubuh... :D  Aug 31, 2017

Andrian Habibi

Thank you sarannya  Aug 29, 2017

Write your answer View all answers to this question