selasar-loader

Bagaimana Anda memutuskan bahwa diri Anda siap menikah?

LINE it!
Answered Apr 20, 2017

Rininta Ariastyanti
Dreamer, Explorer, Kepoer

RHAVqaush4OofKFP5QJCqpf7z57eNy0W.jpg

Meski belum menikah, saya sudah menginjak usia menikah dan merasa tergelitik untuk menjawab A2A ini.

Belajar dari contoh kasus yang berada di keluarga besar saya dan petuah dari ibu saya, saya mendapat pelajaran bahwa: Jika saya menunggu siap menikah, saya tidak akan pernah menikah.

Jika siap yang dimaksud adalah punya uang untuk pesta, uang utuk sewa tenda/gedung, punya uang untuk honeymoon, punya rumah atau kontrakan dan sebagainya dan sebagainya, maka saya tidak akan siap menikah. Ingat, manusia hampir tidak punya rasa puas. Standar diri akan terus meninggi, pernikahan akan terus ditunda. Akibatnya, bisa saja, tidak akan terjadi.

Jika siap yang dimaksud adalah bisa memasak, bisa menjahit, bisa mencuci, bisa membersihkan rumah, bisa jadi bendahara keluarga, dan sebagainya, maka saya tidak akan siap menikah. Saya akan kerap merasa "belum bisa" karena mindset bisa = sempurna. Saya akan terus minta waktu untuk belajar. Namun tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, akibatnya pembelajaran tak akan pernah berakhir.

Saya tidak ingin memutuskan menikah, saya ingin pernikahan lah yang memutuskan untuk mendekatkan saya dengan jodoh saya. Keinginan untuk bersama selamanya, nafsu yang tertahankan, permintaan pada Yang Maha Membolak-balikkan hati, keberanian untuk mengutarakan pada orang tua.

Uang bisa dicari. Rezeki bisa datang dari mana saja. Skill bisa dikembangkan sambil tumbuh bersama. Saya tidak bisa diberi makan dengan cinta, tapi saya tahu bahwa cinta menambah motivasi kerja. Kerja bisa dapat uang, uang bisa dipakai buat beli makan saya bukan?

 

sumber gambar : blogspot.com

428 Views
Write your answer View all answers to this question