selasar-loader

Apakah memiliki agama penting bagi Anda?

LINE it!
Answered Apr 18, 2017

Bila iya, seberapa pentingkah beragama?


El Hakim Law
Kecanduan Agama

Dalam perspektif saya, agama khususnya Islam yang saja yakini sekaligus pelajari, adalah 

1. Modul pengguna;

2. Sumber cahaya terluas dan terjauh jangkauannya;

3. Peta kehidupan;

4. Kompas;

Berikut penjelasannya,

1. Agama sebagai modul pengguna bermakna bahwa ajarannya sesuai dan disesuaikan dengan hakikat makhluk ciptaan Tuhan, tidak hanya manusia. Hal ini bisa saya buktikan melalui norma - norma yang diajarkan dalam agama saya, Islam, mulai dari sejarah serta kronologi penciptaan dan eksistensi manusia, fitur - fitur kelemahan dan kekuatan manusia, relasi dan kausa kemajuan maupun kemunduran masyarakat hingga hubungan manusia dengan alam. Dan faktanya, agama, Islam dalam perspektif saya, memberikan modul - modul ini secara komprehensif baik dalam bentuk yang teknis maupun prinsipil untuk dijalankan oleh penggunanya, yakni manusia.

Diantara dalil - dalil yang menunjukkan hal ini antara lain

Penciptaan manusia & alam semesta

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." T.Q.S. Al Hijr - 26

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." T.Q.S. At Tiin - 4

"Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya." T.Q.S. Al Hijr - 20

"Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan." T.Q.S. An Nahl - 4 sd 6

 

Potensi manusia

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." T.Q.S. Asy Syams - 8 sd 10

"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." T.Q.S. Al Insaan - 3

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." T.Q.S Al Ahzab 72

 

2. Agama sebagai sumber cahaya yakni sebagai ajaran yang diturunkan oleh Tuhan, sesuatu (dzat) yang menciptakan alam semesta termasuk manusia, memberikan enlightment kepada pengguna (manusia) untuk bisa memutuskan jalan mana yang akan dia tempuh setelah cahaya tersebut telah jatuh didepan matanya. Hal inilah yang memberikan konsekuensi kehendak bebas manusia dalam mengambil keputusan dalam hidupnya. Tuhan telah menerangi jalannya setelah memberikan "modul pengguna" selebihnya manusia yang memutuskan tetap mengikuti yang ditunjukkan Tuhan atau tidak. Agama, Islam dalam perspektif saya, menegaskan hal ini bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas keputusan yang diambilnya.

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa agama adalah sumber pencahayaan perjalanan hidup manusia antara lain :

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir"..." T.Q.S. Al Kahfi - 29

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." T.Q.S Al Qashash - 56

 

3. Sedangkan agama sebagai Peta Kehidupan merupakan susunan dari simbol hingga legenda yang menunjukkan gambaran umum bahkan detail perihal perjalanan yang akan dilalui oleh pengguna, manusia. Agama, dalam perspektif saya Islam, memberikan manusia tugas - tugas yang akan diembannya selama hidup seperti mengelola bumi dengan adil hingga melakukan keadilan - keadilan yang tidak hanya berurusan dengan hal besar bahkan dalam urusan menyembelih hewan. Peta ini juga berisi tentang batasan - batasan mana yang harus dihindari oleh manusia mengingat potensi kelemahannya bisa menjerumuskan pada penyesalan. Hal ini juga berkaitan dengan kehendak bebas manusia yang memiliki kecenderungan mencoba hal yang baru dan seru perlu diberikan batasan dan peringatan dalam bentuk yang tegas. Ajaran agama, Islam dalam perspektif saya, memberikan penjelasan peta kehidupan mana yang prioritas untuk dicapai dan bagian mana yang jangan coba - coba dilalui.

Diantara dalilnya adalah

"Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." T.Q.S. Al Baqoroh - 213

"Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan." T.Q.S. Al A'raaf - 181

"Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan." T.Q.S. Yunus 40

 

4. Dan terakhir, agama sebagai kompas memberikan the true north bagi manusia agar ketika dirinya berada dalam kondisi yang "tersesat" dari tujuan kehidupan, setidaknya alat ini mampu menunjukkan kemana ia harus kembali. Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa kecenderungan manusia dengan kehendak bebasnya akan melahirkan tindakan - tindakan yang sifatnya coba - coba, manusia bisa jadi berpotensi terjerumus pada hal yang bisa menjauhkan dari tujuan perjalanan kehidupannya. Hal inilah yang menjadikan ajaran agama, Islam dalam perspektif saya, menjadi relevan sebagai pengingat dari hakikat eksistensi manusia atau the true north.

Dalil yang menunjukkan tujuan eksistensi manusia antara lain :

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'." T.Q.S. Al Baqarah - 30

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." T.Q.S. Adz Dzariyat - 56

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." T.Q.S. Al Bayinah - 5

 

Penutup

Demikian sedikit ulasan yang memang saya persingkat dalam memandang agama, Islam dalam perspektif saya, dalam kehidupan manusia. Poin yang hendak saya garis bawahi adalah saya sebagai manusia pasti memiliki tujuan atas eksistensi saya dan memerlukan guidance yang lengkap dan jelas bagaimana saya menjalani hidup. Agama saya, Islam, telah memberikan dengan sejelas - jelas baik secara prinsip maupun teknis know - how dalam menjalani hidup baik dalam Al Qur-an maupun perjalanan pengembannya, Rasulullaah Muhammad bin Abdullah 'alayhi sholatu wa salam.

Tentu pasti ada kekuranganlengkapan dalam penyajian ulasan ini, saya dengan senang hati menerima diskusi dan masukan termasuk merekomendasikan pembaca untuk terus membaca karya dengan tema Islam sebagai Way of Life yang ditulis oleh banyak 'ulama dan cendekia.

Wallaahu a'lam.

167 Views
Write your answer View all answers to this question