selasar-loader

Siapa penulis cerpen di Harian Kompas yang Anda ketahui?

LINE it!
Answered Aug 22, 2017

Isumi
Learning and Education Designer

h6lvljeCb9UKBMv4akvvrEgjGWw2IouI.jpg

Sumber gambar: http://img.antaranews.com/new/2016/02/ori/20160213image_2.jpg

Penulis cerpen di Kompas (Hari Minggu) yang saya kenal (sebagai pembaca bukunya juga) dan membuat saya terkagum-kagum atas kepiawaiannya meracik tulisan yaitu Seno Gumira Ajidarma (SGA), Budi Darma, dan tentunya Mas Agus Noor.

Ada beberapa cerpen SGA yang bagi saya sangat menarik, unik, dan agak nyentrik yaitu Sepotong Senja untuk Pacarku, Istana Tembok Bolong, dan Saksi Mata.

Kalau beberapa cerpen Budi Darma yang menurut saya juga unik karena peka terhadap sejarah kelam yaitu Tukang Cukur, Tangan-tangan Buntung, dan Tarom. Selain itu, tulisannya di buku kumpulan cerpen Orang-orang Bloomington juga menginspirasi saya ketika belajar membuat cerpen yang menarik kala bergabung dengan Tempo Institute.

Untuk tulisan Mas Agus Noor yang paling membekas di benak saya yaitu Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri, Lelucon Para Koruptor, dan Matinya Seorang Demonstran. Saya juga gak ngerti kenapa, mungkin gaya menulisnya beliau seperti punya ikatan (semacam chemistry) dengan gaya saya, seperti kata-kata di dalam cerpennya yang kritis dan cukup miris ini: 

Kau tahu nasib guru di negara ini, kan? Mulia statusnya, tapi melarat nasibnya.

248 Views
Zulfian Prasetyo

"Sepotong Senja untuk Pacarku" ini memang sadis. Sihirnya begitu kuat sampai saya terinspirasi untuk menulis jurnal berbentuk prosa di Selasar. Angkat topi selalu buat SGA. :)  Feb 1, 2018

Write your answer View all answers to this question