selasar-loader

Mengapa api itu panas?

LINE it!
Answered Apr 16, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

Sebelum mengetahui mengapa api itu panas, akan lebih baik jika kita mengenal siapa si api ini.

wMnYYmEPdrj1v1h5yVctZg6sHW5JJJUW.jpg

Api merupakan hasil dari reaksi kimia, yaitu reaksi pembakaran. Atau istilah kerennya adalah reaksi oksidasi.  Api hanya bisa terjadi jika ada interaksi antara tiga komponen: bahan bakar, panas, dan oksidan.

Panas di sini hanya bersifat sebagai pemicu reaksi. Sedangkan oksidan yang kita maksud di sini adalah molekul oksigen yang terdapat dalam udara. Jika salah satu di antaranya tidak terhubung, maka api tidak dapat menyala.

Panas merupakan bentuk energi yang dapat mempengaruhi suatu zat. Dalam rekasi pembakaran, energi panas ini akan membuat molekul dari bahan bakar memutuskan ikatannya.

Jika bahan bakar berupa zat padat atau cair, energi yang cukup akan membuatnya berubah fasa menjadi gas. Setelah menjadi gas, molekul-molekul tersebut akan berinteraksi dengan gas oksigen.

Molekul-molekul oksigen dan molekul dari bahan bakar yang berbentuk gas tersebut terus bertumbukan secara massive sehingga elektron-elektronnya terlepas dari atom. Bahasa kerennya, terkesitasi pada energi yang lebih tinggi.

Karena pada dasarnya setiap elektron akan mencari keadaan paling stabil, maka elektron yang telah tereksitasi akan kembali ke keadaan dasar. 

Pada proses ini, atom akan melepaskan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu, yang kemudian kita kenal sebagai nyala api.

Warna-warna api yang kita lihat adalah efek kembalinya elektron dari tingkatan energi yang lebih tinggi ke keadaan stabil, yaitu tingkat energi yang lebih rendah.

98edvsYoK0NSbhdiGxgLPwMy6VoBh6E6.gif

Seperti yang telah disebutkan di atas, panas hanya sebagai pemicu reaksi. Panas ini bisa di dapat dari apapun, bisa gesekan, bisa korek api, bisa jilatan listrik.

Api sendiri berasa panas karena: pertama, adanya pelepasan energi saat terbentuknya molekul baru pada reaksi pembakaran secara massive. Maksudnya secara tiba-tiba, dan dengan jumlah yang cukup banyak.

Kedua, karena perbedaan suhu antara kita dan si api itu sendiri. Asas Black menjelaskan, bahwa molekul udara yang tidak mengalami kontak langsung dengan reaksi pembakaran, akan mendapatkan aliran energi dari molekul yang mengalami proses pembakaran secara langsung. Panas akan mengalir secara natural. Oleh sebab itu, kita dapat merasakan hangat ketika berada di dekat api unggun, tanpa harus menyentuh api unggun secara langsung.

Berkaitan dengan definisinya, yok kita ilustrasikan.

Bagaimana api muncul saat kita menyalakan lilin?
Lilin bertugas sebagai bahan bakar, yang tersusun dari senyawa organik. Ketika kita beri panas dari korek api yang cukup untuk mengaktifkan reaksi kimia dari proses pembakaran, senyawa organik tersebut menguap.

Setelah menguap, senyawa organik akan berinteraksi dengan oksigen dan terjadilah pemutusan ikatan, kemudian mulailah pembentukan senyawa baru. Pada proses pembentukan senyawa baru, api pun terbentuk akibat kembalinya elektron yang terkesitasi menuju ke tingkat energi yang lebih rendah.

Kapan elektronnya tereksitasi? Saat kita beri energi berupa panas dari korek api.

Lalu apa yang terjadi saat kita menyiram air kepada api?

Air lebih padat daripada udara. Hal tersebut mengakibatkan terputusnya kontak antara bahan bakar dan udara sehingga reksi pembakaran terhenti, dan api pun menghilang.

Maka dari itu, hasil kebakaran karena minyak tidak dapat dihentikan dengan air, karena minyak lebih ringan dari air. Ketika kita menyiramnya, minyak akan lebih terangkat dan akan lebih banyak kontaknya dengan udara.

Nyala api juga akan berbeda-beda, tergantung dari bahan bakar yang digunakan. 

Jika menggunakan satu bahan bakar, perbedaan warna dihasilkan dari perbedaan panas yang dihasilkan. Perbedaan panas yang dihasilkan didapatkan dari perbedaan energi yang dihasilkan dari proses elektron yang kembali dari eksitasi ke keadaan yang lebih stabil.

Dalam kasus lilin, mengapa ada dua buah warna: biru dan oranye, itu disebabkan adanya perbedaan energi elektron yang teksitasi.

Pada daerah biru, elektron kembali dari keadaan tereksitasi akibat tumbukan oksigen dan senyawa organik. Sedangkan pada daerah oranye, elektron kembali dari kedaan terksitasi pada gas karbon yang lebih kecil.

Dua daerah ini memliki perbedaan energi, yang menghasilkan perbedaan suhu, juga perbedaan warna.

RJBsy4EH_Ttv-R8tRs0pThsIdv1Bt28U.gif

Sekian.

Semoga kita bisa lebih mengenal api, mengaplikasikannya, dan tidak serta merta terbakar dalam suasana pilkada.

#A2A

585 Views
Robby Syahrial

kalau api cinta, panas gak mas novan?   Apr 16, 2017

Naufan Nurrosyid P

Hangat-hangat menyejukkan.
:D  Apr 19, 2017

Write your answer View all answers to this question