selasar-loader

Bagaimanakah langkah DPR untuk menanggulangi isu Islamophobia yang sedang marak di negara kita?

LINE it!
Answered Aug 21, 2017

Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

tnHhOvvbLbBtM4q0gTN0UlIkTznnc8vf.jpg

Pertama-tama, saya berterima kasih karena teman-teman berani mengatakan bahwa di sini ada Islamophobia. Saya juga menentang Islamophobia karena ini Indonesia. Kalau di negara-negara Barat, di Amerika, di Eropa, orang terkena Islamophobia, tentu bisa dimaklumi karena itu negara mungkin pengetahuan orang tentang agama Islam rendah, jumlah populasi muslimnya juga rendah, jumlah orang menerima informasi keagamaan, terutama agama Islam, rendah.

Tetapi kalau di negara kita itu terjadi, sangat disesalkan karena pertama-tama, negara ini mayoritas beragama Islam, kedua, karena informasi tentang Islam itu melimpah. Setiap hari kita melihat. Kalau masih ada Islamophobia, itu tentu sangat disayangkan.

Saya tidak perlu dan tidak ingin masuk ke dalam regulasi, misalnya kita meregulasi, Islamophobia. Saya rasa itu tidak penting, seperti keinginan orang untuk memutlakkan definisi dari Pancasila sehingga itu menjadi dasar orang untuk dituduh ilegal atau tidak legal.

Jangan pula kemudian cap-cap agama itu menjadi dasar orang untuk saling menuduh,

“Kamu anti-Islam!

Kamu islamophobia!

Kamu kafir!”

Jangan begitulah. Negara harus mengembangkan sebuah dialog.

 Saya lebih setuju kalau terutama kita di DPR ini menganggap atau mengambil isu islamophobia itu, kalau ada, dengan sebuah dialog kebangsaan yang mencerminkan suatu prinsip kekeluargaan, kegotongroyongan, dan persaudaraan dalam bangsa kita sehingga kita tidak hanya bisa menyelesaikan isu Islamophobia itu di dalam negeri, tetapi bahkan dapat menjadi agen-agen bagi klarifikasi di dunia internasional, sebab wabah ini paling banyak terjadi di luar negeri.

Tonton jawaban lengkap saya di video berikut ini,

Ilustrasi via thesparksmaksim.blogspot.com

404 Views
Write your answer View all answers to this question