selasar-loader

Bagaimana parlemen menyiasati defisit anggaran?

LINE it!
Answered Aug 21, 2017

Assalamualaikum Ustaz Fahri.

Kalimantan Timur saat ini sedang jatuh miskin. Lihatlah pertumbuhan ekonominya yang terjun bebas hingga ke dasar minus. Provinsi penyumbang devisa negara dari dua sektor unggulan tambang dan migas ini tengah bangkrut. Pertanyaan saya:

1. Bagaimana Ustaz Fahmi memandang Kaltim dari perspektif ekonomi?

2. Dana perimbangan dan DBH Kaltim yang terjun bebas kerap dituding sebagai ketidakadilan pusat terhadap Kaltim. Pendapat ustaz?

3. Kreativitas seperti apa yang harus dilakukan daerah dalam menyikapi anggaran defisit?

4. Bagaimana mata, telinga, dan suara parlemen menyikapi keluhan defisit anggaran daerah? Apa yang sudah dilakukan?

Syukron bila Ustaz Fahri berkenan menjawab. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga langkah-langkah baik ustaz. 

Wassalamualaikum 

Ajid Kurniawan, di Balikpapan, Kalimantan Timur

 


Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

YnZul9JaaLmRPuVd20DRYVCkJ0ganFGC.jpg

Dalam sistem kita, proposal anggaran sepenuhnya merupakan kewenangan eksekutif. Satu-satunya undang-undang yang proposalnya, konsepnya, draft-nya hanya boleh diajukan oleh eksekutif adalah UU Anggaran, UU APBN. Karena itulah kemudian DPR hanya membahas. Belum ada satu sistem yang membolehkan kita mengajukan UU APBN atau rencana anggaran alternatif. Karena itulah, apa yang diajukan oleh pemerintah itu kita terima, lalu kemudian kita bahas.

Nah, di dalamnya tentu kita harus kritis dengan apa yang diajukan oleh pemerintah. Kritis dengan angka-angka pemasukan yang dirancangkan. Realistiskah pemasukan sebesar itu? Realistis dengan pengeluaran yang dikeluarkan. Apakah itu telah memenuhi kepentingan publik secara luas? Apakah sudah memenuhi prinsip-prinsip governance di dalam penyiapan pembelanjaan keuangan negara? Dan seterusnya. Secara umum, itulah konsepnya tentang bagaimana kita melihat defisit anggaran itu.

Defisit itu terjadi karena belanjanya lebih besar daripada pendapatannya. Bagaimana cara kita menyiasati defisit anggaran itu? Ada yang memakai utang.

Tetapi, utang menurut saya adalah metode belanja yang dikenal di dunia privat, di dalam pasar, tapi kurang bertanggung jawab di dunia politik. Kenapa? Karena yang berutang belum tentu terpilih kembali. Bisa jadi dia meninggalkan beban utang kepada pemerintahan setelahnya. Dan rasanya itu seperti tidak bertanggung jawab.

Juga apabila utang itu dilakukan gara-gara kita menutupi defisit disertai dengan mencabut subsidi yang selama ini dinikmati oleh rakyat, menurut saya, itu tindakan yang tidak bermoral. Karena itulah kemudian seorang pemerintah, seorang pejabat, khususnya pemimpin tertinggi di negara kita harus bertanggung jawab untuk mengelola anggarannya itu. Jangan besar pasak daripada tiang, seperti pepatah dalam bangsa kita. Lalu dia menggunakan dana yang ada itu sustain, dia, yang bisa dia wariskan kepada generasi yang akan datang.

Sebuah pemerintahan, sebuah rezim, tidak seharusnya meninggalkan utang atau defisit bagi pemerintahan yang akan datang.

Tonotn jawaban lengkap saya di video berikut ini,

Ilustrasi via freepik.com

285 Views
Write your answer View all answers to this question