selasar-loader

Apa yang anda ketahui tentang Gelang Resam Jolok Sungai Siriah, Solok Selatan, Sumatera Barat?

LINE it!
Answered Apr 12, 2017

1ilCIXsGKbU5Zn24ObkxutLfMf4syZ8C.jpg

Resam merupakan tanaman yang dianggap hama bagi sebahagian masyarakat. Tetapi bagi masyarakat Jolok Sungai Siriah Resam dijadikan sebagai "gelang". 


Arifki Chaniago
KMS KKI WARSI

GELANG RESAM JOLOK SUNGAI SIRIAH

F9ClMYaecs2f-SfKwN4rrQSPS1tr2V-a.jpg

 

Hujan tidak juga reda siang itu, Rabu, 22 Februari 2017. Tim media touring KKI Warsi bersama dengan rombongan media lokal dan nasional menuju Jolok Sungai Siriah, Pulakek Koto Baru,  Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumatera Barat.

Jalan yang terjal, dikelilingi tebing-tebing tinggi dan penuh bebatuan. Pada hari-hari biasa—panas—jalan ini tidak semua orang bisa mengendarai motor melewati daerah ini. Butuh jam terbang, keberanian dan kebiasaan menempuh jalan ini setiap harinya.

Masyarakat yang melewati jalan ini selain menggunakan motor, ada juga berjalan kaki. Jalannya cukup jauh. Pulang dan pergi menjadi kebiasan masyarakat membawa beban dipundak (komiditi) untuk dibawa pulang.

Kondisi hujan yang tidak menentu pada siang itu. Tim Media Touring KKI Warsi dengan rombongan wartawan  menuju Jolok Sungai Siriah. Dengan menyewa “ojek” untuk membawa kami, pemuda-pemuda Pulakek Koto Baru yang sudah terbiasa melewati jalan itu membawa “kami” sekitar 12 orang.

Hujan yang tidak juga berhenti menjadikan medan yang kami lewati tetap sulit, meskipun kami diantar oleh pengendara motor yang setiap hari melewati daerah ini. Ada teman-teman yang jatuh berkali-kali. Motor tergelincir, menabrak  kerikil atau rodanya terbenam di dalam lumpur.

Namun, setelah tiba dilokasi Jolok Sungai Siriah. Kebahagiannya luar biasa: pemandangan yang indah dengan hutan lestari dan hamparan sawah memanjakan mata kami. “Ini pengalaman yang luar biasa” kata teman-teman media.

Daerah yang jauh dari pusat Nagari Pulakek dan Ibukota Solok Selatan. Kami bertemu dengan kelompok ibu-ibu yang terampil memanfaatkan produk-produk hasil bukan kayu seperti Madu Sialang dan Resam.

Kelompok ibu-ibu yang biasanya didampingi oleh fasilitator KKI Warsi, Welly Febriani yang dibantu oleh Devolpement Busnies Specialist (DBS) KKI Warsi, Noni Novitri dan Fasilitator Kajian Perempuan, Hultayuni Delsiana.

Hari itu kelompok perempuan tersebut memperagakan kepada kami cara membuat “gelang” dari Resam. Resam merupakan tumbuhan pakis yang biasanya dianggap hama bagi masyarakat. Tetapi bagi kelompok ibu-ibu Jolok Sungai Siriah ini dijadikan sebagai kegiatan kreatif yang mengubah tanaman yang dianggap hama sebagai “gelang”.

Kelompok perempuan Jolok Sungai Siriah ingin bahwa gelang resam yang mereka buat nantinya bisa menjadi produk unggulan daerah ini. Kreatifitas kelompok ibu-ibu yang memanfaatkan resam sebagai gelang, harapan yang sama juga disampaikan fasilitator KKI Warsi, Welly Febriani. “ Semoga masyarakat mandiri dengan kreatif memanfaatkan hasil hutan bukan kayu sebagai sumber ekonomi”. (Arifki)

 

209 Views
Write your answer View all answers to this question