selasar-loader

Bagaimana sebaiknya kita menyikapi kasus penanaman ganja oleh Fidelis untuk pengobatan istrinya?

LINE it!
Answered Apr 12, 2017

Hari Nugroho
Researcher at Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience

DTDBUBfFbThQ-kB2hOylJfKNrvxT4XA1.jpg

via medicaldaily.com

Kasus Fidelis menghebohkan jagat berita tanah air belakangan ini, ada yang pro dan tentu saja ada yang kontra dengan apa yang dilakukan fidelis. Bagi yang pro, kasus ini ibarat amunisi dan momentum untuk menembak pemerintah tentang perlunya legalisasi ganja. Sementara yang kontra beranggapan bagaimanapun Fidelis bersalah karena telah menanam ganja dengan jumlah yang cukup banyak, 39 batang, dan ganja memang terlarang di dalam undang - undang narkotika nomor 35 tahun 2009.

Pro dan kontra kemudian mengalir, terutama terpaku pada diskusi mengenai betul atau tidaknya ganja dapat digunakan sebagai obat. Ganja memang sudah lama sekali digunakan dalam berbagai budaya manusia, namun demikian dalam hal digunakan sebagai obat tentu saja mesti dilakukan berbagai uji, baik animal study maupun clinical trial yang membutuhkan waktu cukup panjang. Testimoni beberapa orang mengenai efek ganja sebagai obat, tak serta merta membuat ganja dapat dianggap sebagai obat yang berkhasiat. Uji coba suatu zat yang dianggap punya khasiat pengobatan tak berhenti pada soal efek terapeutik yang dihasilkan, tapi juga meliputi dosis yang tepat dan efektif pada kebanyakan orang, efek samping jangka pendek dan jangka panjang, T 1/2 (waktu paruh) zat tersebut dan juga dosis lethal nya.

Selain itu patut juga diperhatikan bahwa tidak setiap yang ada jurnal nya berarti zat tersebut efektif atau disebut sebagai evidence based medicine. Hasil penelitian ilmiah juga perlu dikaji kualitasnya, memerlukan peer review, bagaiamana desain penelitiannya, apakah suatu RCT (Randomized Controlled Trial)? apakah hasil penelitiannya bermakna kausalitas atau hanya korelasi saja? dan lain sebagainya. Memang butuh waktu, namun hal ini semata-mata agar zat yang dianggap sebagai obat benar-benar aman, dan efektif.

Review akan penelitian-penelitian mengenai medical cannabis ini salah satunya dilakukan oleh US National Academy of Sciences / NAS (salah satunya bagiannya adalah Institute of Medicine) sebanyak tiga kali, di tahun 1980an, 1997, dan 2016, yang laporannya dirilis awal Januari yang lalu. Pada laporan terakhirnya NAS mengumpulkan kurang lebih dari 24.000 artikel ilmiah yang kemudian diseleksi lagi dengan pedoman yang terstandar seperti Cochrane Quality Assessment dan Newcastle-Ontario scale sehingga didapatkan sekitar 10.700 penelitian yang kemudian dilakukan review mendalam. NAS berhasil memilah-milah mana yang mempunyai bukti ilmiah yang kuat, mana yang tidak, dan mana yang hanya bermakna secara statistik mengenai medical cannabis, baik efek terapeutik maupun efek samping dari pemberian ganja, serta pengaruh kebijakan mengenai ganja, dan kesenjangan riset tentang ganja.

Salah satu efek ganja yang mempunyai bukti ilmiah yang kuat adalah untuk pengobatan nyeri kronis. Dalam hal kasus Fidelis ini, dimana istrinya mengalami syringomyelia. Syringomyelia adalah suatu kondisi dimana tumbuh suatu kista berisi cairan didalam sumsum tulang belakang, dengan berjalannya waktu kista ini dapat membesar, dan membuat kerusakan di sumsum tulang belakang yang akan menimbulkan gejala nyeri, kelemahan, dan kekakuan, dan gejala lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh banyak kemungkinan. Penyebab tersering adalah masuknya jaringan otak ke ruang sumsum tulang belakang atau dikenal dengan Chiari malformation, sedangkan penyebab lainnya adalah cedera tulang belakang, tumor sumsum tulang belakang, dan peradangan pada sumsum tulang belakang. Mengingat efek yang ditimbulkan pada syringomyelia adalah nyeri, maka tidak heran ketika diberikan ekstra ganja, istri fidelis merasa lebih enak dan seakan-akan menuju kesembuhan.

Kita tentu berduka dengan kematian istri Fidelis, karena tidak mendapat pengobatan yang layak, namun demikian mengatakan penyebab kematian istri Fidelis karena tidak diberi ganja, tentu membutuhkan penjelasan dan bukti ilmiah, karena bukti ilmiah yang paling kuat saat ini adalah cannabis atau cannabinoid yang digunakan untuk mengatasi nyeri kronis, termasuk nyeri-nyeri neuropatik, seperti nyeri yang diakibatkan oleh kondisi yang diidap oleh istri Fidelis.

Kebutuhan untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang memadai di seluruh Indonesia merupakan suatu kewajiban pemerintah, tidak hanya memenuhi tenaga kesehatannya saja, namun juga peralatan dan fasilitas medis yang baik, sebaran tenaga kesehatan yang merata, kesejahteraan tenaga medisnya, dan kemudahan akses masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan tersebut, sehingga kasus-kasus kematian karena sakit yang tidak mendapat pelayanan yang memadai tidak terulang lagi di bumi pertiwi ini.

 

164 Views
Write your answer View all answers to this question