selasar-loader

Apa yang Anda ketahui tentang Nenek Hutan Nagari Simancuang, Solok Selatan, Sumatera Barat?

LINE it!
Answered Apr 11, 2017

bh6-pM0UAOxevETpl5Vg1-_Q6_Tv-Nrw.jpg

Hutan nagari Simancuang  adalah daerah dampingan KKI Warsi yang mendapatkan  juara 1  dalam lomba Wana Lestari dari Kementerian Lingkunan Hidup dan Kehutanan tahun 2016. 

 


Arifki Chaniago
KMS KKI WARSI

fHsm-bukMzFVmCcMHaJGsDnbH5xJHkjQ.jpg

SIMANCUANG NENEK HUTAN NAGARI

Simancuang merupakan sebuah jorong sederhana di pedalaman Solok Selatan. Jorong yang secara administratif bagian dari Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Jorong yang dibuka  pada 1974 memiliki masyarakat yang peduli dengan lingkungan. Kepulian itu bisa dilihat dengan aturan membuka kawasan hutan atau menebang pohon. Alasannya, masyarakat Jorong Simancuang mengambil hikmah dari longsor yang  pernah menimpa kawasan Bukit Panjang Karang Hitam.

Pelarangan membuka kawasan hutan dan menebang pohon di sekitar Bukit Panjang Karang Hitam. Aturan itu sudah diketahui masyarakat Jorong Simancuang maupun jorong disekitarnnya hingga sekarang. Semangat ini lah yang mengawali masyarakat Jorong Simancuang  yang hingga terbentuknya Hutan Nagari Simancuang.

Keinginan masyarakat Jorong Simancuang untuk membentuk Hutan Nagari dengan didampingi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi maka dibentuklah LPHN (Lembaga Pengelola Hutan Nagari). Setelah itu pengajuan Hutan Nagari Simancuang dimulai pada tahun 2009 yang didampingi KKI Warsi, Dinas Kehutanan Solok Selatan, dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

Pada 3 Oktober 2011 keluarlah Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 573/menhut-II/2011 tentang Penetapan Hutan Lindung Sebagai Areal Kerja Hutan Desa/ Nagari Alam Pauh Duo seluas 650 ha di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Kemudian disusul dengan keluarnya Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 522-43-2012 tentang Pemberian Hak Pengelolaan Hutan Nagari pada Kawasan Hutan Lindung seluas 650 ha kepada Lembaga Pengelola Hutan Nagari Alam Pauh Duo pada 19 Januari 2012.

Jorong Simancung pernah dikunjungi perwakilan dari 13 negara di empat benua: Amerika, Asia, Afrika, dan Eropa yang berkunjung ke hutan nagari Simancuang, 12-13 Maret 2017. Kunjungan 13 negara dari empat benua selain melihat pengelolaan hutan nagari, kesempatan itu juga digunakan untuk melihat objek wisata di Kabupaten Solok Selatan.

Keseriusan masyarakat jorong Simancuang mengelola hutan nagari. Efek dari keseriusan itu tahun 2016 jorong ini meraih juara 1 lomba Wana Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Prestasi yang didapatkan hutan nagari pertama di Sumatera Barat  ini memberikan sinyal positif bagi LPHN dan nagari lain di sumatera barat dalam mengelola hutan nagari.

Menariknya, jorong Simancuang yang sudah dikenal dunia dengan hutan nagarinya. Saat ini sedang mengembangkan pertanian organik, panen pertama padi organik masyarakat jorong Simancung yang tergabung dalam Sekolah Lapang (SL) yang dibimbing PPO Santiago. PPO Santiago merupakan konsorsim KKI Warsi yang khusus memfasilitasi masyarakat dalam pengelolaan sawah organik.

*Ulasan tentang Simancuang dan Padi Organik dibahas pada catatan selanjutnya.

 

 

 

242 Views
Write your answer View all answers to this question