selasar-loader

Apa keunggulan aplikasi Qlue dibanding aplikasi lain sejenis?

LINE it!
Answered Apr 11, 2017

0Isabs4Dg6XyjvT1yLN-acPxUDJ3Ajfm.png


Shendy Adam
Lahir dan besar di Jakarta, sekarang kerja untuk Pemprov DKI Jakarta

mZ2PHrgoZgxL88PE2xTb6dkbKhQXXIt-.jpg

via kompasiana.com (FR)

Sebelum adanya Qlue, Pemprov DKI Jakarta juga sudah memiliki cukup banyak kanal aspirasi untuk menampung pengaduan, keluhan, dan saran dari warga. Berdasarkan klasifikasi yang ada di situs resmi pengaduan yaitu Respon Opini Publik (ROP), ada 13 kanal aspirasi warga Jakarta meliputi : pengaduan langsung, unjuk rasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), petisi, Balai Warga, kliping media cetak, monitoring online media, call center 164, SMS Center, LAPOR!, email, Facebook dan Twitter.

Meski sudah memiliki 13 kanal komunikasi, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka ruang inovasi penerapan teknologi-teknologi baru. Salah satunya adalah dengan menggandeng Qlue, sebuah mobile apps yang dibuat developer lokal.

Karakter utama dari komunikasi pemerintahan setelah adopsi Qlue adalah berorientasi kepada kebutuhan warga. Pemanfaatan Qlue dalam komunikasi pemerintahan lebih diarahkan untuk mengetahui informasi dari warga mengenai apa kebutuhan mereka, alih-alih untuk menyampaikan informasi dari pemerintah ke warga. Sebetulnya melalui Facebook dan Twitter juga bisa dilakukan komunikasi dua arah. Tetapi, Qlue memiliki keunggulan karena didesain spesifik untuk pelaporan (dengan klasifikasi kategori permasalahan yang rigid). Berbasis GPS, setiap laporan juga jelas di mana titiknya sehingga langsung menjadi tanggung jawab kelurahan di lokasi tersebut untuk menindaklanjutinya.

Pengguna (user) Qlue ini bisa mengetahui dengan pasti tindak lanjut laporannya, apakah sudah dikerjakan (ditandai dengan warna hijau), sedang diproses (kuning) atau belum dikerjakan (merah). Interaksi dua arah antara warga dengan aparat juga dimungkinkan, termasuk untuk menilai apakah tindak lanjutnya sesuai harapan atau tidak. Fitur lain yang ditawarkan di Qlua adalah Forum Diskusi. Dengan berbagai fungsi yang ada, Qlue bisa menjadi mobile apps yang berkontribusi terhadap peningkatan civic engagement warga kota Jakarta.

Hasil penelitian saya (2016) menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile seperti Qlue oleh Pemprov DKI Jakarta lebih berorientasi kepada menjaring aspirasi warga dan meresponsnya alih-alih digunakan sebagai saluran komunikasi satu arah dari pemerintah ke warga. Temuan ini menjadi antitesis bagi pendapat Pasquier (2012) yang mengatakan bahwa fungsi inti dari komunikasi pemerintahan adalah untuk penyampaian informasi dan kebijakan publik dari pemerintah kepada warga, sementara orientasi pada warga dan menunjukkan respons hanya dianggap sebagai fungsi tambahan.

Beberapa karakter khas dari mobile apps sebagai media komunikasi pemerintahan yang berorientasi pada warga antara lain fokus pada kebutuhan warga, bisa diakses oleh siapapun, anonimitas yang menjamin kerahasiaan pengguna, bisa untuk melaporkan berbagai permasalahan pelayanan publik, komunikasi pemerintahan model post birokratis, hubungan yang impersonal di antara pengguna, penggunaan teknologi berbasis komputer menjamin laporan terdokumentasi dengan baik, dan efisiensi.

Sementara itu, ditinjau dari sisi birokrasi terjadi proses adaptasi terhadap penggunaan teknologi mobile apps. Penggunaan teknologi baru bukan hanya mengubah model komunikasi pemerintahan, tetapi lebih dari itu berimplikasi pada adaptasi birokrasi dalam memberikan pelayanan publik. Kebijakan yang menetapkan kelurahan sebagai manajer wilayah (estate manager) menjadi poin penting bagi adaptasi birokrasi yaitu berupa pelimpahan sebagian kewenangan sebagian urusan kepada kelurahan.

Referensi :

Firdaus, Irwansyah, Djaja. Mobile apps as government communication media in urban public services: case study

209 Views
Write your answer View all answers to this question