selasar-loader

Mengapa seseorang bisa merasakan rindu?

LINE it!
Answered Apr 09, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

wl8syxW-a_hwD8Z_KF5LYYVCV-pyatGC.jpg

Karena ‘seseorang’ adalah sebuah sistem dengan tingkat kompleksitas yang luar biasa tinggi. Sangat kompleks, hingga di usia peradabannya yang sudah lebih dari 200.000 tahun ini, belum juga ada mesin yang dapat menggantikannya secara kaffah.

Dan satu hal yang paling sulit untuk digantikan adalah adanya perasaan yang dimiliki oleh setiap individu di muka bumi ini.

Berbicara tentang rindu, maka kita akan membahas tentang perasaan. Dan membahas perasaan, secara ilmiah kita akan berdiskusi tentang sistem hormon dan neurotransmiter yang ada pada manusia.

Okay, here we go!

T7EPFWDba86fiNxQ0cSph822vtNpoO_F.jpg

Untuk mudah memahaminya, kita gunakan contoh orang yang sedang merindu, Mas Fian. Ia merasakan ada yang kurang dalam hidupnya ketika Ia ‘tak lagi berinterakasi dengan sang kekasih hati. “Ada bagian yang hilang dari hidup Gue”, itu yang dikatakannya.

Bagian hilang yang dirasakan Mas Fian, sebenarnya bisa dijelaskan. Adalah kelenjar endokrin yang bertanggung jawab atas perasaan gundah tersebut.

Kelenjar endokrin dalam tubuh menghasilkan berbagai macam zat kimia yang dapat mempengaruhi metabolisme, juga berdampak pada emosi seseorang. Zat kimia ini kemudian kita kenal sebagai hormon.

Saat merasakan proses “hilangnya sesuatu pada hidup” Mas Fian, otaknya juga tidak tinggal diam. Berbagai sinyal dikirimkan diantara neuron dalam otak, menggunakan senyawa organik endogenus (diproduksi dalam tubuh) yang kemudian kita kenal sebagai neurotransmiter.

Hormon yang erat kaitannya dengan perasaan “cinta”, adalah progesterone, esterogene, dan oxytocin. Sedangkan neurotransmiter yang bekerja pada proses ini adalah seratonin dan dopamine.

Tubuh manusia secara alami memproduksi berbagai senyawa tersebut. Ketika seseorang berinteraksi dengan orang yang ia cintai, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya Mas Fian tadi sedang bertemu kekasihnya, ternyata tubuh Mas Fian memproduksi hormon dan neurotransmiter dengan proses produksi yang cepat.

Senyawa kimia yang biasanya diproduksi dengan lamban, berubah menjadi sangat cepat. Dengan demikian, tentu jumlahnya juga meningkat sangat banyak.

Ketika hubungan Mas Fian dan sang kekasih berjalan cukup lama, tubuh Mas Fian telah terbiasa mendapatkan asupan bahan-bahan kimia tersebut dengan level yang tinggi.

Pada tahap ini, kita bisa katakan bahwa Mas Fian sudah mengalami tahapan Addicted. Ya, Mas Fian telah nge-fly akibat terbiasa menggunakan “senyawa cinta” dengan jumlah yang banyak.

Lalu bayangkan ketika Mas Fian kini jauh dengan sang kekasih. Senyawa-senyawa kimia, yang telah terbiasa dihasilkan dengan cepat oleh tubuhnya, tiba-tiba diperlambat.

Jumlah hormon dan neurotransmitter menjadi sedikit, dan menghasilkan keadaan mimics symptom semacam depresi, atau gundah-gulana-menggalau-selalu.

Again, karena tubuh yang sebelumnya terbiasa beroperasi dengan jumlah progesterone, testosterone, esterogene, oxytocin, seratonin, dan dopamine tinggi, tiba-tiba melambatkan proses produksinya, maka wajar bila Mas Fian bergumam, “Ada bagian yang hilang dari hidup Gue”.

Fix, 100% Mas Fian sedang dilanda rindu.

A2-FJLYRyx8UUf_9mT6bNWBClrgC6b1Y.jpg

Jadi, rindu adalah proses alami yang akan mendatangi Anda ketika Anda pernah merasakan cinta. Bukan hanya cinta kepada pasangan hidup Anda, proses yang mirip juga terjadi pada Anda dan orangtua yang Anda tinggalkan di kampung sana.

Jadi tidak ada alasan bagi Anda, meskipun sampai saat ini menjomblo, untuk tidak merasakan “nikmatnya” rindu.
:)

571 Views
Write your answer View all answers to this question