selasar-loader

Dapatkah Anda bercerita lengkap tentang website atau blog yang Anda miliki sendiri?

LINE it!
Answered Apr 08, 2017

Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

_ekeEVWeBC7TKgpRcfBjfwho9n3dJza_.png

Oke, ini blog saya berupa blog top level domain dengan alamat https://dzulfikaralala.com. Atas kebaikan seorang sahabat, terus terang saya tidak membayar sepeserpun untuk hosting, saya hanya mengurus perpanjangan domain saja setiap tahunnya. Betul, teman saya kebetulan menyewakan hosting kepada beberapa client di luar negeri. 

Blog saya selain dijadikan tempat untuk bercerita, juga saya jadikan tempat bereksperimen. Ada beberapa tools, plugins dan tentunya eksperimen content yang saya jalankan di blog ini. Jadi, memang blog saya ini awalnya gado-gado karena saya bisa menuliskan apa saja yang saya alami sehari-hari.

Seiring waktu berjalan ternyata blog saya in mulai dilirik beberapa client. Mungkin karena ada beberapa keywords yang mereka temukan di blog saya. Selain mendapatkan kerjasama, saya juga menawarkan untuk menuliskan review dengan menggunakan blog ini. Singkat kata akhirnya saya memutuskan untuk setia dengan tema lifestyle atau gaya hidup.

Kenapa lifestyle? Saya pikir ini tema yang cukup luas. Tidak khusus semata travel atau kuliner saja, tapi saya bisa menulis tentang review film hingga review teknologi terkini terutama perkembangan smartphone. Meskipun langkah ini memang tidak cukup menjual karena niche yang saya pilih terlalu luas.

Oke, untuk menentukan sejauh apa performa blog saya mari kita bahas dari template atau themes yang saya pilih. Boleh dibilang saya kerap bergonta-ganti themes karena memang saya suka bereksperimen. Saya pernah mencoba beberapa themes mulai dari yang tiga kolom, dua kolom akhirnya mengerucut pada satu kolom.

Oh ya kenapa akhirnya saya memilih satu kolom? Ini berdasarkan pengamatan dan masukan dari seorang teman yang berkecimpung dalam bidang UI/UX bahwa pemilihan themes satu kolom bisa merampingkan bounce rate. Apa itu bounce rate? Secara sederhana bounce rate itu mengukur seberapa betah visitor berada di blog kita. Jika ia hanya mengunjungi salah satu halaman di blog kita entah itu 1 menit atau kurang dari 30 menit kemudian akhirnya keluar tanpa berpindah ke halaman lain, artinya visitor tersebut cabut istilah dalam google analytics disebut bounce rate.

Kedua, secara struktur saya juga mendapatkan insight dari teman saya yang kebetulan lama bergelut dalam bidang SEO untuk kembali merestrukturisasi mulai dari kategori hingga penamaan label atau tags. Saya hampir gila memangkas banyak sekali kategori yang dulu pernah saya buat tanpa visi yang jelas. 

Demi mendapatkan skor yang baik dan penelusuran robot atau crawler google dengan menyeluruh, saya hampir begadang tiga hari tiga malam untuk memperbaiki struktur blog yang saya bangun dengan cara awam. Tugas saya belum selesai sampai disitu karena ternyata banyak sekali deadlink atau tautan yang sudah mati. Ini pun berpengaruh terhadap skor SEO blog kita.

Saya belum berpikir traffic karena ternyata blog saya sendiri tidak sehat. Kemudian langkah selanjutnya barulah saya mengukur yang lain-lainnya seperti kecepatan loading, responsive, hingga tampilan yang wajib menyesuaikan dengan mobile. 

Setelah semua saya rasa cukup dalam pengamatan blogger yang awam dalam urusan pengembangan sebuah blog, barulah saya berpikir untuk mengisi konten, memperbaiki traffic dan mengejar peringkat alexa hingga page rank dan domain authority.

Oke apa saja tools yang saya gunakan untuk menguji blog saya?

AqVFFzpvOTKud_a56GkVULynPQ7TkNue.png

Pertama saya mengujinya dengan webpagetest. Oke untuk tes pertama ini saya cukup pede karena hampir semua skor dapat A kecuali untuk penggunakan penyimpanan gambar atau media saya masih menggunakan server yang sama. Teknologi sekarng konon katanya lebih bagus dipisahkan agar tidak memberatkan saat traffic tinggi.

io39MC_BvtrqDwNPkjpss8NphvATDkdz.png

Tes yang kedua saya menggunakan toolspingdom. Nah, disinilah kelemahan blog saya dari segi load time dan page size. Ini sudah technical sekali dan membutuhkan ahli. Saya sebetulnya ingin belajar tapi sepertinya sudah cukup lah tahu kulitnya saja. Kerena fokus saya bukan di teknikal melainkan di content. Skor dibawah B inilah yang seharusnya bisa diperbaiki. 

Google sebetulnya memberikan saran agar page load time tidak lebih dari 3s. Saya pernah mendapatkan themes yang bisa kurang dari 3 seconds tapi beberapa sisi ternyata ada kelemahannya juga. Untuk mencapai kata ideal ibarat tambal sulam jika masih menggunakan themes orang lain. 

Jangan pernah berpikir bahwa themes berbayar pun sudah sangat ideal dan teruji. Yang paling bagus justru dikerjakan oleh ahlinya dan kita yang memesan sesuai dengan pesanan yang kita inginkan. Saya yakin dengan indikator-indikator skor A ini tentu saya harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit.

Sampai di sini saya sudah cukup puas dengan performa blog saya yang notabene pakai hosting gratisan dan dicustom sendirian.

mBII9PppJ7_wSOExDgwioKEXrSOkInzz.png

Nah skor ini memang yang kurang maksimal. Dua tools sebelumnya memang sudah cukup baik namun untuk tools mengunakan Gtmetrix ini skor blog saya dikasih nilai C.

Oz1jEk3DUURmJz_20Cw8fNw4jOkiz34k.png

Yup, untuk pengujian dengan pagespeed insight google skor untuk dekstop lumayan bagus. Tapi jangan senang dulu, karena hapir 90% visitor ke blog saya ternyata mengakses dari mobile.

JNENUPK5Dw0jywNqRP_FkLwPllz4ONoW.png

Meskipun blog saya sudah dianggap mobile friendly tapi masih ada beberapa catatan yang harus di perbaiki. Inilah yang bikin saya pusing gak karuan hahaha, karena benar-benar butuh kecerdasan logikan dan kesabaran. Kecuali mau keluar uang dan meminta ahli untuk membereskan.

-SI5zeJcYdBqtKps21PcL2Lz_7tmYqOv.png

Dengan usia hampir 3 tahun inilah traffic yang saya dapatkan. Andapun bisa mengukurnya dengan mengakses situs siteworthtraffic untuk mengetahui kisaran traffic yang datang pada sebuah blog. Ini hanya kisaran saja karena Google Analytics pun tidak sepenuhnya akurat. 

Dalam satu hari setidaknya blog saya dikunjungi 1000 an unique visitor, dan dalam satu bulan ada sekitar 30 ribuan unique visitor. Kata teman saya nilai ini belum cukup jika saya mengajukan google adsense, karena minimal untuk bisa disetujui, traffics harian setidaknya sudah di atas 3 ribu sampai dengan 4 ribu per-harinya.

WcGEshTcu9XEAFQUolc8T03mVhKlrUPA.png

Nah, untuk soal Alexa, blog saya pernah nongkrong di bawah 3000. Namun setelah ada update alogaritma google dan penambahan database Alexa akhirnya skor blog saya jadi tambah gemuk hingga mencapai skor 30 ribuan.

a9s3MoFDIgzuj-VxgQAtKaHOd1rKIS2S.png

Profile pembaca blog saya lebih didominasi kaum Adam dibandingkan kaum Hawa meskipun tak menutup kemungkinan beberapa kaum hawa juga ikut komen dan nimbrung di salah satu postingan saya. Sementar dilihat dari latar belakang pendidikan, pembaca saya rata-rata berpendidikan minimal pernah sekolah di bangku pendidikan dasar dan menengah.

Yang unik ternyata para pembaca blog saya mengakses dari rumah, hanya sekitar beberapa persen saja yang mengaksesnya dari tempat kerja. 

Nah bocorannya dari Alexa ini ada tiga keyword yang menunjukkan bahwa blog saya di posisi teratas (rank one or page one on google page) selain nama lengkap saya sendiri, keyword tersebut diantaranya;

  1. cara membuat viral content
  2. aktivasi smartfren
  3.  aktivasi kartu smartfren
Jika Anda ingin membuktikanya silakan ketik sendiri di halaman google, jangan lupa diklik juga ya untuk melihat isinya hehehe. Bantu naikin traffic lah dikit hahaha.
 
Oke, tampaknya saya sudah banyak bercerita panjang lebar tentang blog saya. Saya malah kini tengah berpikir siapa kira-kira yang bisa saya amanahi untuk mengelola blog saya ketika saya meninggal nanti? Saya jadi teringat dengan salah seorang sahabat saya Cumi Lebay yang meninggal dunia dan meninggalkan sebuah blog warna warni yang bikin teman temannya bisa berkunjung kapan pun saat kangen.

206 Views
Write your answer View all answers to this question