selasar-loader

Apa itu menggoreng saham?

LINE it!
Answered Nov 18, 2016

Ronny P
Pengamat Ekonomi Politik. Penyeruput Kopi. Dan Urang Bagak Baladiang

Kuwait Stock Exchange

Menggoreng saham atau di luar negeri dikenal dengan istilah “Stock Cornering” pada dasarnya adalah suatu teknik yang dipakai oleh spekulan untuk mengumpulkan semua atau sebagian besar persediaan suatu saham yang ada di pasar ("mengeringkan” persediaan suatu saham) dengan tujuan untuk menaikkan harga saham tersebut sesuai keinginan spekulan. Hal tersebut diperkirakan akan terjadi pada saat permintaan atas suatu saham tertentu tetap atau meningkat tapi persediaan tidak ada atau mungkin sangat terbatas di pasar, maka otomatis harga akan naik dan spekulan bisa menjual saham tersebut di pasar pada harga yang sudah tinggi.

Ada banyak cara di dalam melakukan penggorengan saham. Dalam beberapa kejadian, kadang–kadang dibutuhkan kerjasama di antara beberapa pihak, misalnya antara perusahaan-perusahaan sekuritas atau malah mungkin dengan pejabat perusahaan yang sahamnya digoreng. Pasalnya, dana yang diperlukan untuk menggoreng saham tidak murah alias relatif cukup besar. Salah satu cara melakukan penggorengan saham adalah dengan memanfaatkan “repo” saham, yaitu saham yang akan digoreng dibeli sebanyak mungkin lalu diagunkan (dengan imbalan biaya bunga), lalu dana pinjaman yang didapat dipakai untuk membeli lagi saham yang akan digoreng tersebut, terus di-repo lagi, dan dibelikan lagi, sampai pada titik harga yang diincar si spekulan. Proses ini bisa dilakukan terus menerus sampai spekulan bisa memegang mayoritas saham yang akan digoreng.

Setelah itu, barulah dilakukan proses penjualan dengan meniupkan isu-isu ke pasar. Selain mempergunakan isu, proses menaikkan harga saham bisa juga dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan sekuritas lain. Caranya, perusahaan sekuritas yang bekerjasama tersebut melakukan pembelian saham yang digoreng pada harga tertentu yang sengaja dibuat terus menerus naik sehingga pasar bereaksi dan permintaan atas saham tersebut meningkat sehingga hargapun ikut naik. Pada tingkat harga tertentu yang dituju, barulah spekulan melepaskan semua saham yang dipegang. Dan biasanya setelah itu, jika memang fundamental perusahaan yang sahamnya digoreng tersebut tidak mendukung, maka harga sahamnya akan jatuh. Dan pemegang saham terakhir akan mengalami kerugian besar.

Penjelasan di atas hanyalah salah satu dari berbagai teknik yang dijalankan oleh para spekulan di pasar modal. Namun, biasanya saham yang sering digoreng adalah saham–saham yang pemainnya tidak banyak atau saham-saham kelas dua atau tiga yang harganya masih murah, dan investornya masih sedikit sehingga memudahkan spekulan untuk memborong dan mengendalikan harga karena volumenya tidak terlalu besar. Tapi biasanya aksi goreng saham ini akan sulit terjadi pada saham-saham “blue chip” atau saham-saham yang pemegangnya merata dari banyak pihak atau tidak dikuasai oleh satu golongan saja.

596 Views
Write your answer View all answers to this question