selasar-loader

Apa rasanya tinggal di luar Negeri?

LINE it!
Answered Apr 08, 2017

Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

QP6Dfsc7h-o971ghi4XwWnf4ZIttnn58.jpg

via ace-educationgroup.com (FR)

Waktu saya berumur 5 tahun, saya harus pindah ke Malaysia, Kuala Lumpur karena keperluan dinas ayah saya. Di sana, ayah dan ibu saya bekerja di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) sehingga saya memulai SD di SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur). Saya tinggal di sana selama empat tahun setengah.

LHK_XuSumVJPzzK5ZdySi8AvmRdB4GD4.jpg

via sekolahindonesia.edu.my (FR)

Tidak ada yang berbeda dengan Indonesia, hanya saja saya dipaparkan pada lingkungan dengan ras yang cukup berbeda. Ada Cina, India, dan Melayu. Tidak seperti di Indonesia, di Malaysia saya harus mengubah struktur bahasa saya dengan bahasa Melayu. Walaupun secara kasat mata sama, tetapi percayalah, itu berbeda.

Saya sekolah di sekolah Indonesia yang notabenenya berbahasa Indonesia. Namun, pengajar dan pegawai sebagian berasal dari Malaysia dan menggunakan bahasa Malaysia. Oleh sebab itulah, pengaruh bahasa Malaysia dahulu sangat melekat pada diri saya.

Iklim dan udara di Malaysia sama dengan Indonesia. Hal tersebut tidak terlalu berbekas di perasaan saya. Namun, lingkungan dengan perbedaan ras yang lebih mencolok dari Indonesia yang membuat saya paham bahwa keberagaman itu harusnya diterima saja.

217 Views
Write your answer View all answers to this question