selasar-loader

Bagaimana rasanya mengikuti ospek di ITB?

LINE it!
Answered Apr 05, 2017

Manoressy Tobias
Pernah jadi mahasiswa. Prinsip: banyak main, tidak lupa belajar.

0mi2cW0y-BqLzrSYYq3sOy84VFzNRxIf.jpg

Tergantung ikut unit/himpunan/kegiatan apa.

Ini berdasarkan pengalaman saya semasa dulu di ITB (2009-2013). Mungkin sekarang sudah ada perubahan sistem, saya tidak tahu. Saya dulu lebih aktif di himpunan mahasiswa jurusan dan kemahasiswaan terpusat, jadi jawaban saya mungkin tidak bisa sepenuhnya mewakili unit kegiatan mahasiswa dan ospek-ospek lain di tahun-tahun yang berbeda.

Dan ya, betul. Masuk unit juga ada "ospek"-nya. We love kaderisasi di ITB. Senior saya dulu pernah sesumbar bahwa kaderisasi (istilah elegan untuk "ospek") di ITB adalah urutan ketiga yang terbaik di Indonesia; pertama TNI, kedua PKI. Entah benar atau tidak, saya tidak pernah 100% percaya. Anyway, good luck with that.

Di ITB ada istilah "budaya kampus". Setiap himpunan mahasiswa jurusan punya karakter dan kulturnya masing-masing. Jadi, model ospek (atau osjur, atau orientasi, atau apa pun itu) akan berbeda-beda di tiap jurusan.

Jurusan-jurusan "timur jauh" (karena lokasi mereka ada di bagian timur kampus ITB Ganesha), seperti teknik geologi, teknik pertambangan, teknik geofisika, memiliki kultur orientasi yang tergolong keras, seperti yang saudara Willya sampaikan di bawah. Tapi jurusan saya, fisika teknik, tergolong lebih santai. Sama seperti ospek-ospek lain, akan ada pertemuan dengan senior, tugas-tugas, dan............... dimarahi senior (bahasa kerennya: agitasi; percayalah, ini momen favorit hampir setiap senior yang turun ke lapangan). Tapi kalau dibandingkan dengan jurusan tambang, fisika teknik jelas jauh lebih ringan ospeknya, baik dari segi fisik maupun mental. Senior-seniornya lebih santai, terkadang bisa bercanda bersama junior. Gap antara senior dengan junior hanya ada ketika ospek; setelah itu suasananya jadi jauh lebih santai.

Kalau mau berbicara teknis, di tiap pertemuan biasanya ada topik atau materi tertentu yang akan disampaikan oleh senior kepada junior. Contohnya: sejarah dan struktur himpunan, budaya kampus, keprofesian (berkaitan dengan keilmuan dan spesialisasi jurusan), dll. Tugas yang diberikan senior kepada junior ada bermacam-macam; saya tidak akan memberi spoiler disini (hehe...), tapi intinya seru. Tugas-tugas yang diberikan menantang diri pribadi dan satu angkatan; koordinasi, kekompakan, dan solidaritas sangat diperlukan dan dilatih disini.

Momen yang paling ditunggu ketika ospek selesai? Dilantik dan memakai jaket himpunan. Tiap himpunan memiliki "ritual"-nya masing-masing dalam "menganugerahkan" jaket himpunan kepada angkatan yang baru dilantik (ritualnya tidak memakai penyembelihan di altar kok, tenang saja...). Setelah saya dilantik dan menerima jaket himpunan (dipinjami oleh senior dulu sih, karena awalnya jaket himpunan untuk angkatan baru masih di tukang jahit), hampir tiap hari saya pakai di dalam kampus dengan penuh kebanggaan (sambil gaya pamer di depan anak-anak TPB / tingkat 1; akui saja...).

Itu ospek (atau orientasi, atau... apa pun istilahnya) di level himpunan mahasiswa jurusan. Bagaimana dengan kemahasiswaan terpusat?

Saudara Agung dan Willya di bawah sudah menyebutkan OSKM. Tiap tahun sebetulnya namanya bisa berbeda. Waktu saya masuk ITB tahun 2009, namanya PROKM. Tahun 2010 namanya awalnya OSKM, kemudian diganti INKM (karena ada sedikit "drama" dengan pihak rektorat). Tahun 2011 namanya kembali menjadi PROKM. Tahun 2012 dan seterusnya namanya OSKM. Tahun 2016 sepertinya namanya berbeda lagi.

OSKM adalah momen dimana ITB menjadi sangat dinamis dan hidup. Tahun 2009 saya mahasiswa baru. Tahun 2010 saya turun menjadi panitia lapangan. Tahun 2011 saya turun kembali melatih calon panitia lapangan dan juga terlibat di divisi intrakampus. Momen-momen OSKM adalah momen yang paling berkesan selama 4 tahun saya di ITB, terutama ketika saya menjadi panitia. Karakter saya hari ini salah satunya adalah buah pembentukan yang saya alami melalui OSKM.

Aspek-aspek yang saya sebutkan di atas bernada positif. Tentunya, ada aspek negatif. Bullying adalah yang paling jelas. Baik secara fisik maupun non-fisik seperti perkataan kasar atau merendahkan. Saya pernah mengalami secara non-fisik, saya pun pernah mem-bully junior dengan perkataan kasar. Dulu ketika saya menjadi peserta dan panitia, saya tidak menyadari hal ini. Sebagai peserta, saya percaya bahwa senior saya sedang "mendidik" saya. Sebagai panitia, saya percaya bahwa saya "mendidik" junior saya agar kelak dia menjadi kader yang berguna bagi himpunan dan di masa depan bagi bangsa. Hari ini, kalau saya melihat kembali ke masa-masa itu, saya akan bertanya, apakah dulu saya benar-benar mendidik?

Indoktrinasi nasionalisme sempit dan kebanggaan semu terhadap ITB pun adalah dua unsur yang cukup kental dalam ospek yang saya alami, baik sebagai peserta maupun panitia (saudara Agung sudah sebutkan di bawah). Anak-anak ITB terkenal memiliki pride yang cukup unik. Kami diajari untuk percaya bahwa kami adalah putra-putri terbaik bangsa, orang-orang terpilih, yang karenanya memiliki kewajiban untuk mengabdi dan memberi sesuatu bagi masyarakat. Hal ini berbuah pada banyaknya proyek-proyek pengabdian masyarakat dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa serta hasrat yang besar untuk turut aktif berpikir, bersuara, dan memberi solusi terhadap berbagai isu. Tidak salah; tapi ada kalanya tidak realistis dan tidak lebih dari masturbasi pikiran. Dalam kasus yang saya alami dan lihat, ada kalanya pengabdian masyarakat atau gerakan-gerakan yang dijalankan jadi hanya setengah-setengah, bahkan tidak jelas nasib dan kelanjutannya.

Bukan berarti ospek tidak berguna. Tetapi, seiring perubahan jaman, saya pikir metode ospek (atau orientasi, atau apa pun itu namanya) juga perlu disesuaikan. Overall, ospek ITB sangat berkesan bagi saya. Tapi, banyak hal yang harus dibenahi... Semoga saja situasi hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa saya dulu.

2038 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Manoressy Tobias
Seorang skeptis. Banyak pikiran, banyak opini.