selasar-loader

Bagaimana hukum memakan daging kuda dan buaya menurut Islam?

LINE it!
Answered Apr 05, 2017

TCoy0Cpu7x3zU_cz2w7IDuzq-OZfN3Nx.jpg

Sumber: http://www.topikislam.com/2016/10/ciri-ciri-makanan-minuman-binatang-yang-halal-dan-haram.html


Nauval El-Hessan
Quranic disciple

ZN5uPE5bH2zhLvsKXWp58u4g1zIzFMm_.jpg

via ceritaperut.com (FR)

Kuda adalah halal. Berdasar pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari jalur Asma' binti Abu Bakr: "Kami menyembelih kuda di zaman Rasulullah saw. dan memakannya." (Shahih Bukhari Volume 7, Hadits No. 5510-5512). Selain itu, di dalam Qur'an, terutama surah Al-Maidah ayat 3-6 tidak disebutkan bahwa yang diharamkan adalah kuda. Ini sekaligus menjawab tentang buaya. Menurut saya, buaya adalah halal untuk dimakan. Saya mendasarkan pada Qur'an, dalam hadits masih banyak perdebatan terlebih dalam dunia fiqih.

Kita lihat sebagian surat Al-Maidah ayat 3: "Diharamkan bagimu bangkai, darah, babi, dan hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali sempat kamu sembelih, dan yang disembelih untuk berhala...", sisanya tidak saya kutip karena tidak lagi berbicara tentang makanan yang diharamkan.

Akan tetapi, terdapat pendapat bahwa binatang buas bertaring adalah makruh. Itu didasarkan pada hadits riwayat Muslim dari jalur periwayatan Ibnu Abbas dan Abu Hurairah yang kurang lebih berbunyi demikian: "Rasulullah saw bersabda, 'Setiap hewan liar yang bertaring adalah haram memakannya" dan dalam redaksi lain: "Rasulullah melarang kami memakang hewan liar yang bertaring serta burung yang memiliki kuku untuk mencengkeram." (Shahih Muslim Volume 5, Hadits No. 1932-1934).

Namun, telah kita lihat bahwa hukumnya hanya sampai makruh karena yang diharamkan oleh Qur'an hanya seperti yang sudah kutipkan di atas. Dengan demikian, menurut saya buaya dan kuda adalah halal karena Qur'an hanya mengharamkan satu jenis hewan, yaitu babi. Wallahu'alam.

570 Views
Mhd Fadly

buaya kan hewan liar yang bertaring, kenapa kesimpulannya adalah halal karena tidak di sebut dalam al-qur'an secara rinci. haditsnya kan sudah di kutip juga di pragram ke tiga. hewan liar yang bertaring adalah haram memakannya. Buaya kan termasuk hewan liar yang bertaring?  Apr 5, 2017

Nauval El-Hessan

Tapi redaksi kata haram dalam hadits hanya dua dan sisanya memakai kata dilarang atau melarang dan jumhur ulama sepakat bahwa tidak semua larangan sifatnya haram, bisa jadi makruh. Bahkan, bila kita mau teliti kembali, terdapat keganjilan. Misalkan pada hadits nomor 1932, terdapat 5 jenis periwayatan dan mayoritas meragukannya.

Jenis pertama, di akhir hadits dikatakan bahwa Az-Zuhri mendengar hadits tersebut setelah dia sampai di Syams. Begitu pula dengan jenis kedua, Ibnu Shihab mengaku mendengar setelah Abu Idris dari Syam mengatakan kepadanya.

Akan tetapi, semua hadits di atas hanya memakai kata melarang, bukan mengharamkan.

Kata haram dalam hadits hanya ditemukan pada hadits riwayat Abu Hurairah, yaitu hadits nomor 1933 dan itupun hanya ada dua jenis. Sementar nomor 1934, dari jalur Ibnu Abbas, terdapat 4 jenis dan sama seperti 1933, hanya memakai kata melarang.

Berdasarkan ushul fiqh, yaitu tarjih, hadits Abu Hurairah dinilai lemah karena hanya ada dua jalur periwayatan. Oleh karena itu, saya berani menyatakan halal. Sementara bila merujuk pada Qur'an langsung, kata haram hanya merujuk pada satu jenis binatang: babi.  Apr 5, 2017

Nauval El-Hessan

Tapi redaksi kata haram dalam hadits hanya dua dan sisanya memakai kata dilarang atau melarang dan jumhur ulama sepakat bahwa tidak semua larangan sifatnya haram, bisa jadi makruh. Bahkan, bila kita mau teliti kembali, terdapat keganjilan. Misalkan pada hadits nomor 1932, terdapat 5 jenis periwayatan dan mayoritas meragukannya.

Jenis pertama, di akhir hadits dikatakan bahwa Az-Zuhri mendengar hadits tersebut setelah dia sampai di Syams. Begitu pula dengan jenis kedua, Ibnu Shihab mengaku mendengar setelah Abu Idris dari Syam mengatakan kepadanya.

Akan tetapi, semua hadits di atas hanya memakai kata melarang, bukan mengharamkan.

Kata haram dalam hadits hanya ditemukan pada hadits riwayat Abu Hurairah, yaitu hadits nomor 1933 dan itupun hanya ada dua jenis. Sementar nomor 1934, dari jalur Ibnu Abbas, terdapat 4 jenis dan sama seperti 1933, hanya memakai kata melarang.

Berdasarkan ushul fiqh, yaitu tarjih, hadits Abu Hurairah dinilai lemah karena hanya ada dua jalur periwayatan. Oleh karena itu, saya berani menyatakan halal. Sementara bila merujuk pada Qur'an langsung, kata haram hanya merujuk pada satu jenis binatang: babi.
  Apr 5, 2017

Write your answer View all answers to this question