selasar-loader

Bagaimana cara memulai karier sebagai penulis lepas?

LINE it!
Answered Apr 02, 2017

Indria Salim
Pernah belajar teori ekonomi makro, dan sampai kini masih belajar.

IZ1c4SDy3Bl0DARSd2X6nsIC2dEyEHZD.jpg

via klasika.kompas.id (KAM)

Pertanyaan ini sangat terbuka sehingga jawabannya pun bisa dimulai dari beragam sudut pandang. Dari definisi "penulis", kemudian "penulis lepas", lalu membuatnya lebih spesifik dengan pertanyaan 'penulis bidang apa?', kemudian "apa tujuanmu menulis dan memutuskan menjadi penulis lepas?' dan seterusnya.

Kebetulan riwayat pekerjaan saya berkaitan dengan tuntutan kemampuan menulis. Dalam hal ini, menulis karena menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab dalam posisi tertentu dalam beberapa organisasi tempat saya dulu bekerja. Saya menggeluti tugas editorial dan membuat konsep dan bahan publikasi kantor, bersama dengan atasan dan kolega dan itu mutlak memerlukan keterampilan menulis sekaligus membuat konsep, menulis untuk berkomunikasi dan sarana komunikasi baik secara internal maupun eksternal.

Saya praktisi kehumasan, banyak berhubungan dengan para jurnalis dan membina hubungan dengan mereka sesuai dengan tuntutan organisasi tempat saya bekerja. Menulis menjadi semakin menarik, menantang, menggoda, dan itu maknanya luas sekali. Menulis buku yang diterbitkan oleh penerbit yang dikenal masyarakat, itu satu impian. Menulis artikel dan aspirasi serta ulasan berita kekinian, mendapatkan perhatian dan umpan balik dari pembaca -- itu hal yang menyenangkan. Ada unsur berbagi, yaitu dari-oleh-dan untuk pembaca maupun penulis.
Membuat reportase sebuah liputan kejadian, even, atau topik yang layak dibagikan kepada publik, itu memberikan "kegembiraan tersendiri."

Kembali pada pertanyaan sesuai topiknya, Bagaimana cara memulai menjadi penulis lepas?"
Baiklah, saya batasi saja sampai pada hal-hal sesuai pengalaman pribadi.
1. Identifikasi potensi diri, khususnya dan terutama ya potensi menulis. :-)
2. Tentukan apa yang ingin kita tekuni, penulis seperti apa? penulis apa? dan melakukan pemetaan yang dibutuhkan.
3. Persiapkan diri dengan banyak-banyak melakukan eksplorasi, baik internal maupun eksternal.
4. Banyak membaca pengalaman para penulis sukses, khususnya penulis yang bekerja tanpa terikat dengan organisasi tertentu.
5. Banyak menyimak diskusi-diskusi dari forum-forum (freelance writing atau freelance blogging) yang "berkualitas" agar kita tahu arah yang tepat saat melibatkan diri dan bahkan siap menjadi bagian dari komunitas profesi yang relevan.
6. Selalu membuka diri untuk mendapatkan masukan, kesempatan terjun langsung ke dunia menulis, dan tidak segan berkontribusi aktif dalam kegiatan menulis.
7. Menjaga keseimbangan sikap, percaya diri namun tetap rendah hati. Membuka diri, namun tidak mudah latah yang tidak jelas. 
8. Mengamati dan memahami bahwa dalam semua profesi, profesionalisme itu wajib (idealnya sih begitu). :-)
9. Memahami bahwa menjadi pekerja lepas (freelancing) itu menuntut disiplin diri dan konsistensi, selain juga kemampuan mengatur waktu agar ritme kerja seirama dengan kebutuhan pribadi dan kesehatan.
10. Kita bisa mengadopsi prinsip-prinsip yang diungkapkan oleh Steve jobs, dari soal selalu berusaha menyajikan yang terbaik, tetap merasa "bodoh dan lapar", demi memberi ruang penyempurnaan, dan mencintai apa yang kita lakukan.

Semoga pendapat secuprit ini cukup relevan menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya. Oh, terima kasih, Kang Pepih Nugraha -- untuk inspirasinya selalu. Terima kasih kepada kak Admin yang memberikan inspirasi topik nulis kali ini.

Vivat Selasares!
04.04.2017


 

385 Views
Write your answer View all answers to this question