selasar-loader

Apa kelebihan kuliah di jurusan Astronomi?

LINE it!
Answered Apr 01, 2017

Manoressy Tobias
Calon Peneliti, Pusat Sains Antariksa, LAPAN

Lb-DRXL_jsc8t9O8EGOK_fp5hk-19DGE.jpg

Kalau maksud pertanyaannya, "Apa kelebihan jurusan astronomi dibanding jurusan lain?", sejujurnya saya tidak tahu. Bukan karena astronomi tidak "seberguna" jurusan lain seperti ekonomi, kedokteran, dll., tetapi karena tiap disiplin ilmu memiliki karakter dan sumbangsihnya masing-masing untuk pembangunan.

Selama studi S2 saya di astronomi, saya juga bergaul banyak dan sering bertukar ilmu dengan rekan-rekan lain dari jurusan sejarah, psikologi, hukum, biologi, medis, antropologi, linguistik, dll.. Pertukaran perspektif seperti ini penting agar pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita semakin dalam dan luas.

Kelebihan kuliah di jurusan astronomi? Lebih banyak paham mengenai astronomi dibanding mereka yang berkuliah di jurusan biologi atau hukum. (Okay, that's obvious... :-D )

Astronomi memang tidak memiliki manfaat praktis dalam hidup manusia; kecuali dulu ketika pemahaman mengenai konstelasi dan pergerakan bintang menjadi dasar dalam navigasi, bercocok tanam, bahkan agama. Sebetulnya, pengukuran posisi bintang masih dipakai sampai kini untuk membantu orientasi satelit di luar angkasa. Tetapi, mayoritas penelitian yang dilakukan astronom hari ini tidak banyak melibatkan pengukuran posisi bintang, tetapi lebih kepada astrofisika; aspek fisis dari objek-objek di luar angkasa, seperti pembentukan bintang dan planet, karakterisasi atmosfir eksoplanet atau struktur medan magnet galaksi, dll.. Ini tentunya tidak memiliki manfaat praktis bagi hidup kita di Bumi; menemukan planet baru tidak akan memecahkan persoalan kemacetan di Jakarta. Kecuali mengamati hilal di Indonesia, saya tidak tahu apa lagi manfaat praktisnya.

Kebanyakan alasan orang mempelajari astronomi (baik profesional seperti peneliti atau akademia maupun astronom amatir) adalah minat atau ketertarikan. Manusia ingin memahami darimana dirinya berasal, bagaimana alam semesta tercipta, dan apa saja yang terjadi didalamnya. Astronomi sebagai the first science adalah alat yang dipakai untuk menjawab keingintahuan kita.

Lantas, kalau hanya sekadar tertarik tapi tidak memiliki manfaat praktis, apa gunanya belajar astronomi? Apa sumbangsihnya bagi pembangunan?

Beberapa teknologi yang dikembangkan untuk riset astronomi (lebih tepatnya program space exploration yang terkait dengan astronomi) ternyata bermanfaat juga bagi bidang lain. Kita tidak bisa merinci semua contoh transfer teknologi antara astronomi dengan bidang lain disini karena terlalu banyak. Maka dari itu, kita lihat saja beberapa diantaranya.

Dalam bidang industri:

1.       Sensor CCDs (Charge Coupled Devices) yang banyak dipakai di kamera dikembangkan oleh Willard S. Boyle dan George E. Smith yang kemudian dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 2009. CCDs pertama kali dipakai untuk astronomi pada tahun 1976 menggantikan film yang awalnya dipakai di teleskop. Ketika NASA memutuskan untuk menggunakan CCD untuk Hubble Space Telescope, performa CCD pun ditingkatkan secara pesat.

2.       Bahasa pemrograman IDL (Interactive Data Language) yang awalnya dikembangkan untuk astronomi kemudian digunakan juga oleh perusahaan General Motors untuk menganalisa data kecelakaan mobil.

3.       Software IRAF (Image Reduction and Analysis Facility) yang dikembangkan oleh National Optical Astronomy Observatory untuk pengolahan data astronomi digunakan juga oleh perusahaan telekomunikasi AT&T untuk analisa sistem komputer.

Dalam bidang aerospace:

1.       Untuk menentukan posisinya secara akurat, satelit GPS memanfaatkan quasar. Seperti dilansir langitselatan.com, quasar adalah "inti galaksi aktif yang berada jauh dan merupakan obyek yang sangat terang, sangat energetik dan sangat kuat".

2.       Koreksi dalam penentuan posisi satelit GPS juga melibatkan teori relativitas khusus dan umum Einstein. Tanpa koreksi ini, GPS tidak akan bisa diandalkan untuk navigasi.

Dalam bidang medis:

1.       Perkembangan teknologi MRI (Magnetic Resonance Imaging) turut melibatkan NASA. Pada pertengahan 1960-an, sebelum program Apollo Lunar Landing, NASA mengembangkan teknologi digital image processing untuk pengolahan citra Bulan. Teknik pencitraan ini kemudian turut diinkorporasikan ke dalam teknik MRI.

2.       Software yang digunakan untuk pengolahan citra satelit juga digunakan untuk screening penyakit Alzheimer (link).

g8khoG0LvNwY2u6N3670ycpNv_1JRm0Y.png

Selain itu, spektrometer sinar gamma yang awalnya digunakan untuk analisa tanah di Bulan juga bisa digunakan untuk menganalisa kondisi struktur bangunan.

Contoh-contoh di atas adalah beberapa kontribusi nyata astronomi dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengecek link ini untuk melihat contoh lainnya: https://www.nasa.gov/topics/benefits/index.html

Manfaatnya memang tidak terasa langsung dalam hidup kita, tetapi kebutuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dalam astronomi seringkali mendorong pengembangan teknologi baru yang kemudian bisa membantu bidang lain juga. Kemajuan ilmiah dan teknologi tentunya menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa di masa kini (lihat India dengan misi Mars dan teknologi roketnya?).

Menurut saya, salah satu hal terpenting dari astronomi (dan science secara umum) adalah potensinya untuk menyatukan bangsa-bangsa. Terdengar utopis? Science mendorong kolaborasi antar ilmuwan dari berbagai bangsa guna menjawab berbagai persoalan yang sedang dan akan kita hadapi. Dalam astronomi, kebutuhan untuk mengamati langit dari berbagai lokasi di Bumi mendorong kolaborasi ini. Beberapa contohnya adalah:

  1. European Southern Observatory (ESO), yang merupakan kolaborasi negara-negara Eropa dengan Brazil dan berlokasi di Chile.
  2. The Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), salah satu proyek astronomi terbesar di dunia, merupakan kolaborasi negara-negara Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur bekerja sama dengan Chile.
  3. Hubble Space Telescope, dan juga penerusnya James Webb Space Telescope (rencana diluncurkan tahun 2018), juga merupakan kolaborasi berbagai negara.

International Space Station (ISS) juga mungkin salah satu contoh bagaimana science bisa menyatukan berbagai bangsa. Mungkin ISS adalah salah satu tempat dimana bendera Amerika Serikat dan Rusia bisa berdampingan dan astronot dari kedua negara bisa bekerja sama tanpa sentimen geopolitik (kita tahu bagaimana “panasnya” hubungan kedua negara akhir-akhir ini).

Jadi apa kelebihan kuliah di jurusan astronomi? Yang pasti bukan prospek gaji besar. Anda bisa hidup berkecukupan dengan membangun karir dalam bidang astronomi (terutama di luar Indonesia), tapi hidup kaya sampai menjadi milyarder? Saya pikir tidak.

Tapi kalau Anda ingin berkontribusi pada perkembangan ilmu dan teknologi sekaligus memahami tempat (dan mungkin makna) kita di Alam Semesta, astronomi adalah salah satu tempat yang bagus untuk memulai :-)

892 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Manoressy Tobias
Seorang skeptis. Banyak pikiran, banyak opini.