selasar-loader

Apa pengalaman menarik menangani rehabilitasi orang dengan ketergantungan NAPZA?

LINE it!
Answered Mar 26, 2017

Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

de9JrMbD3gQ5yBkFcWAE3pqdaItEr_hh.jpeg

Apa yang menarik dari menangani orang dengan penggunaan Napza? Pertanyaan yang cukup susah. Sebagai seorang dokter yang menggeluti bidang adiksi dan langsung menangani klien, banyak hal yang menurut saya menarik. Namun ada satu hal yang paling menarik, yaitu kesetiaan seorang perempuan.

Berulangkali saya melihat episode-episode ini, kesetiaan seorang perempuan, baik itu pasangan (istri) maupun ibu. Hal ini jarang saya lihat berlaku sebaliknya, ketika klien seorang perempuan, sedikit sekali pasangan yang betul-betul perhatian kepada perempuan dengan penggunaan napza, barangkali memang kebanyakan suami mereka juga pengguna napza. Kesetiaan perempuan pada anggota keluarganya yang menggunakan napza kadang-kadang tak dapat saya pahami sepenuhnya, meski secara keilmuan adiksi hal ini merupakan respon negatif yang disebut co-dependency, namun saya masih penasaran apa yang membuat mereka begitu setia, meskipun pasangannya "kacau".

Mungkin sifat alami perempuan memang begitu. Tiga hari yang lalu, episode ini kembali saya lihat. Seorang perempuan dengan penuh kasih sayang mengantarkan suaminya masuk tempat rehabilitasi. Bahkan si istri meski awalnya sempat merasa dibohongi menikah dengan suami, namun pada akhirnya malah menjadi support system yang begitu mendukung proses recovery suami, betapa ketulusan terpancar dari sikapnya, berkebalikan dari sikap suaminya yang menganggap sang istri jahat karena beberapa kali mendorong suami masuk ke rehabilitasi.

Beberapa tahun yang lalupun, ada seorang ibu yang begitu sayangnya kepada si anak, selalu mengawal sang anak untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik, meski usianya telah renta dengan tubuh kurus dan rambutnya yang putih. Dan seringkali sang ibu mendapat perlakuan yang kasar dan mengalami kekerasan verbal hingga ancaman dibunuh dari si anak. Hingga pada akhirnya si ibu tua tersebut meninggal dunia, dan si anak sadar ternyata ibunya lah yang tetap setia, tatkala seluruh keluarga yang lain bersikap berbeda. Hal ini membuat si anak datang secara sukarela ke tempat rehabilitasi untuk kesekian kalinya setelah mengalami episode relapse.

Saya sering merasa perihatin dan sedih tatkala menjumpai peristiwa serupa. Semoga para perempuan tangguh itu mendapatkan pahala yang berlipat, dan diberikan kesabaran atas cobaan yang terjadi.

167 Views
Write your answer View all answers to this question