selasar-loader

Jika kamu meninggal, kamu pilih menutup akun medsos atau membiarkannya?

LINE it!
Answered Mar 26, 2017

Ida Dwi Anggraeni
Perempuan dari Gunung Sumbing

rE-scd0t3Bi0n9Oi6RB-VtObk0J_suul.jpeg

Saya termasuk orang yang ketinggalan info bahwa beberapa hari lalu ada yang menggemparkan di facebook, seorang pria menayangkan live adegan bunuh dirinya. Kabar tersebut baru saya ketahui lewat status facebook seorang penyair. Selain penyair tersebut, ada pula kawan fb saya yang lain yang memposting tentang bunuh diri.

Mati harusnya tetap menjadi misteri. Peristiwa yang terjadi sesuai kehendak Tuhan, dan tidak diketahui oleh manusia kapan tepatnya, kecuali bagi orang yang memilih sendiri cara mengakhiri hidupnya. Ia bisa menentukan sendiri kapan, dimana, dan dengan cara apa ia ingin meninggal.

Lantas, jika kematian datang--sesuai takdir Tuhan, apa yang bisa kita lakukan terhadap karya kita? Gawai kita? Media sosial kita? Tak ada. Mati ya mati saja.

Orang yang meninggal mana sempat memikirkan media sosialnya. Jika sudah sekarat, mana ada waktu buat menulis wasiat atau berpamitan dari media sosial. Jangankan media sosial yang berupa dunia maya, bahkan kehidupan sosial di dunia nyata saja tak sempat dipamiti.

Di facebook saya punya beberapa akun. Facebook pribadi, fanpage Rumah Kata Publishing House, dan fanpage eSKey Handcraft. Sebuah akun twitter @ida_dwiang. Serta beberapa blog yang tidak lagi terurus.

Apa yang akan saya lakukan pada akun-akun tersebut jika saya meninggal? Tak ada. Ya sudah biarkan saja apa adanya. Paling nanti dinding fb saya isinya hanya tag dari orang-orang. Bahkan mungkin nomor hp saya juga akan tetap aktif. Selama terisi pulsa dan ada yang menggunakannya, nomor hp saya akan tetap aktif. Minimal masih tercantum di grup-grup whatsapp. Hingga nomor tersebut keluar secara otomatis karena terlalu lama tidak aktif.

Takkan ada harta yang dibawa mati, pun tak ada karya yang bakal dibawa mati. Semuanya akan tertinggal di dunia. Dan karena kita tak bisa memprediksi kapan malaikat datang menjemput, cara terbaik untuk pergi dengan tenang adalah dengan meninggalkan kebaikan. Entah di dunia maya lebih-lebih di dunia nyata.

Pertanyaannya, sudahkah saya berperilaku baik hingga saat ini?

188 Views
Write your answer View all answers to this question