selasar-loader

Bagaimana pendapatmu tentang telekinetik? Bagaimana itu bisa terjadi?

LINE it!
Answered Mar 26, 2017

Saya baru baru ini suka dgn sulap dan hipnotis lalu sayapun mempelajarinya, waktu demi waktu saya mengetahui adanya ilmu tele kinetik dan sudah ada yang pernah berhasil menggunakannya. Nah saya pun penasaran tapi belum berani untuk mempelajarinya, karena katanya efek sampingnya dapat membahayakan kesehatan


Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

0qwA-7U0K8RGAPFwfyjPkv2IW64Ow1cY.jpg

via tumblr.com

Telekinetik atau juga disebut sebagai psikokinesis merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena penggunaan energi otak yang dapat mempengaruhi obyek secara langsung, seperti menggerakkan atau membengkokkan benda melalui pikiran. Telekinetik dilakukan melalui konsentrasi tinggi dan tanpa menyentuhnya!

Bila menikmati film Marvel, Anda dapat mengenali fenomena ini pada diri Phoenix (Jean), Vision, atau juga Professor X (Charles Xavier).

IRfETPmQT4d0D3nXbnDDzUgTGF1g12vx.jpg

Istilah telekinetik (telekinesis) pertama kali diluncurkan pada tahun 1890 oleh seorang paranormal dari Rusia bernama Alexander N. Aksakof, sedangkan istilah psychokinesis muncul pada tahun 1914 melalui catatan Henry Holt yang kemudian dipopulerkan oleh J.B. Rhine, seorang paranormal Amerika pada tahun 1934.

Konsep dari telekinetik sendiri berasal dari argumen bahwa semua benda memiliki energi internal yang dapat dikontrol oleh manusia cukup dengan energi pikiran yang berasal dari otak.

Jadi dengan memanfaatkan kemampuan super yang tersimpan pada otak manusia, kita bisa mengganti channel tanpa harus menyentuh TV kita, dapat membuka pintu tanpa mendorongnya, atau membengkokkan sendok hanya dengan memikirkannya.

Tapi, bagaimana bahasan telekinetik jika kita kaji menggunakan kacamata science?

Dengan dasar fisika modern, kita akan mengaji telekinetik ini menggunakan studi kasus. Kasus yang kita angkat adalah pembengkokan benda menggunakan pikiran. Katakanlah sendok.

Seperti yang kita tahu sejauh ini, sendok adalah sebuah materi. Materi apapun di dunia ini pasti tersusun oleh atom. Atom sendiri terususun dari elektron yang terikat oleh foton pada inti atom yang terusun oleh proton dan neutron, yang terbuat dari quark dan gluon.

Jadi, sendok mananpun di muka bumi ini akan tersusun oleh lima partikel dasar, yaitu up quark, down quark, gluon, photon, dan elektron. Hanya itu.

Tidak ada lagi ruang yang tersisa dalam suatu atom untuk partikel lain, yang dapat mempengaruhi suatu benda. Bagaimana jika ternyata ada partikel asing yang dapat masuk ke dalam celah atom? Tentu akan terjadi banyak ketidakteraturan, bisa jadi muncul pancaran gelombang, ledakan, atau juga pembengkokan materi pengikatnya.

Jika materinya adalah sendok, bisa jadi sendok tersebut membengkok tanpa adanya gaya dorong yang terlibat dari luar. Tapi mungkinkah ada partikel asing tersebut? Sejauh ini, belum ada pembuktian tentang hal itu.

Simpulannya, physically incorrect.

Bagaimana dengan asumsi melibatkan gaya dari luar tanpa interaksi langsung?

Dalam skala kuantum, kita dapat menjelaskan kemunculan gaya dengan mengamati perubahan kuantum pada penyusunnya.

Sejauh ini, hanya ada dua kategori penyusun dasar yaitu boson dan fermion. Kita tahu bahwa gaya yang dapat mempengaruhi benda makro hanya terjadi pada daerah boson.

Dengan menggunakan mekanika kuantum dalam uji coba laboratorium, kita dapat mendeteksi adanya gaya yang berpengaruh pada benda dengan mengamati perubahan yang terjadi di daerah boson.

Namun sejauh ini, tidak ada sampel sendok yang dapat diuji fenomenanya secara terstruktur. Apakah pikiran kita dapat memancarkan sebuah gaya yang dapat mempengaruhi perubahan pada partikel boson?

Sejauh ini, tidak ada teori yang dapat menjelaksan hal tersebut.

Simpulannya, physically incorrect.

Sedangkan pada skala yang lebih besar, kita telah mengetahui adanya empat buah gaya yang berperan dalam penyusunan alam semesta kita. Gaya magnetik, gaya gravitasi, gaya nuklir kuat, dan nuklir lemah.

Hanya gaya gravitasi dan gaya magnetik yang cukup kuat yang dapat membengkokkan sendok. Sebenarnya, hanya gaya magnetik saja yang mungkin, karena gaya gravitasi terlalu kecil dan terabaikan oleh gravitasi yang dimiliki Bumi.

Nah, dengan adanya gaya magnetik, sangat mungkin untuk dapat membengkokkan sendok tersebut. Namun, jika memang gaya magnetik bertanggung jawab terhadap fenomena ini, tentu ia akan sangat mudah dideteksi.

Dan apakah pikiran kita dapat memancarkan gelombang elektromagnetik sedemikan besar sehingga dapat mempengaruhi elektron tidak berpasangan dalam sendok? Sejauh ini, tidak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut.

Simpulannya, physically incorrect.

sxSPKnsi0Awlcsg-yI0Tup_00Ang0LR5.jpg

Bagaimana dengan gaya nonfundamental?

Jika itu maksudnya gaya dorong, gaya tegangan tali, gaya tekan, tentu jadinya bukan telekinetik. Hehehe.

Lantas, kembali pada pertanyaan utama yang belum terjawab. Bagaimana telekinetik bisa terjadi?

Sejauh ini, tidak ada bukti akurat dan dapat dipertanggung jawabkan tentang fenomena ini.

Mungkin ahli neurosciences dapat menjelaskannya. Dan jika secara ilmiah terbukti, tentu penelitiannya dapat diajukan untuk penghargaan sekelas Nobel.

Bukannya saya tidak percaya dengan fenomena telekinetik. Namun saya tidak dapat menemukan bukti ilmiah terhadap hal ini.

Jadi pendapat saya tentang telekinetik, tidak lebih dari sebuah kombinasi antara kecepatan tangan dan penyusunan ruang yang amat baik sehingga menciptakan efek visual seperti pembengkokkan sendok atau mengangkat benda tanpa interaksi langsung.

Sebagai manusia yang percaya pada bukti ilmiah, kita cukup “mengaplikasikan telekinetik” dengan teknologi gelombang elektromagnetik pada peralatan elektronik sehingga kita dapat mengubah channel tanpa menyentuh TV dengan bantuan remote.

Menggunakan teknologi sensor untuk membuka pintu tanpa mendorongnya.

Juga sekedar membengkokkan benda untuk olahraga, mengingat perut yang semakin buncit.

Oh iya, sebagai informasi, apabila Anda atau teman Anda dapat menjelaskan fenomena telekinetik dengan metodologi ilmiah (artinya metode pengujiannya harus akurat, presisi, dan highly durable), atau mungkin mampu menggunakan kemampuan ini, ada baiknya Anda menghubungi James Rendi Educational Foundation.

Karena James Randi, akan memberikan USD 1.000.000 untuk pengujian ilmiah tentang Telekinetik.

:)

C-DI8Z9bknzPALwzkFAgPcnCHlXzQxXK.png

#A2A

 

355 Views
Write your answer View all answers to this question