selasar-loader

Apa itu Gila? Bagaimana seseorang bisa dikatakan gila dalam ukuran medis?

LINE it!
Answered Mar 25, 2017

Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

dTg4dT-wTlcDYeWjXPB6fPcLhhmczuGf.png

Tergantung bagaimana kita mau mendefinisikan kata "gila" itu sendiri, hehehehe. Jika yang dimaksud "gila" adalah sesuatu yang out of the box, luar biasa, di luar hal-hal yang sering dilakukan, maka tak perlu ukuran medis untuk mendefinisikannya.

Lain halnya jika "gila" yang dimaksud adalah gangguan jiwa. Banyak sekali variasi definisi gangguan jiwa. Variasi ini sering kali menjadi perdebatan para ahli. Tahun 1997, Departemen Kesehatan RI mendefinisikan gangguan jiwa sebagai berikut.

       "Gangguan jiwa merupakan kondisi terganggunya kejiwaan manusia sedemikian rupa sehingga mengganggu kemampuan individu itu untuk berfungsi secara normal di dalam masyarakat maupun dalam menunaikan kewajibannya sebagai insan dalam masyarakat itu."

Sementara itu, Pedoman Penggolongan Gangguan Jiwa III (PPDGJ III) mengacu pada Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorders IV (DSM IV) memberi batasan seperti di bawah ini.

3-GHrNX9Czz4JRjTh3v68eOKmtOKl4Eu.jpg

Konsep di DSM V juga masih mirip :

NUKAZDocFN_K96xKP0UCC2sMaN91EyuK.jpg

Jadi, ada batasan tertentu berupa adanya gejala klinis. Gejala tersebut menimbulkan penderitaan atau distress, dan gejala terebut juga menimbulkan disabilitas dalam kehidupan sehari-hari. Konsep disabilitas dalam gangguan jiwa ini lebih kepada ketidakmampuan atau keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang biasa dan diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan hidup.

Gangguan jiwa dapat mengenai aspek pikiran, perasaan, dan perilaku. Dalam pedoman-pedoman diagnosis yang ada, jenis-jenis gangguan jiwa itu ada banyak, tidak terbatas pada orang yang mengalami psikosis atau schizophrenia saja.

Hal yang paling mendasar adalah ada baiknya kita tidak menggunakan istilah "gila" pada mereka yang mengalami gangguan jiwa, cukuplah menyebut dengan istilah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) supaya mengurangi stigma dan memperluas akses treatment kepada mereka yang mengalami gangguan tersebut.

 

379 Views
Write your answer View all answers to this question