selasar-loader

Apa yang menyebabkan beberapa orang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri?

LINE it!
Answered Mar 22, 2017

Hari Nugroho
Pernah mengalami gejala depresi

gyzMDwoUMDFFNDaAeqAznu1Vy4r-Na6q.jpg

Bunuh diri menjadi topik yang hangat belakangan ini, apalagi setelah ada salah satu warga dunia maya yang menyiarkan proses bunuh dirinya secara live di salah satu media sosial.

Berkaca dari apa yang dikatakan oleh dr. Noriyu, penyebab bunuh diri tentu tergantung pada proses autopsi psikologis pada korbannya. Salah satu selasares telah menjawab konsep bunuh dirinya Durkheim. Beberapa juga menjelaskan tentang kondisi depresi yang dialami oleh seseorang yang melakukan tindakan bunuh diri.

Hal yang jelas bunuh diri menjadi salah satu penyebab kematian tersering, di US bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor 10, dan membuat 44.000 orang meninggal setiap tahunnya. Secara statistik laki-laki lebih rentan meninggal ketika melakukan percobaan bunuh diri dibanding perempuan, angkanya mencapai 3.5 sampai 4 kali lebih tinggi untuk menjadi meninggal setelah percobaan bunuh diri. Bunuh diri adalah hal yang kompleks, seringkali tak terduga, namun sebenarnya dapat terlihat tanda dan gejalanya.

Tak hanya orang yang depresi yang bisa melakukan tindakan bunuh diri, orang dengan gangguan jiwa lainnya juga dapat melakukan hal yang sama, misalnya pada orang yang mengalami gangguan psikotik atau schizophrenia, halusinasi yang terjadi dapat membuat mereka melakukan bunuh diri. Begitu juga dengan orang-orang bipolar, apalagi jika sedang dalam episode depresi. Orang yang mengalami kecanduan alkohol dan narkoba juga dapat bunuh diri, baik karena efek gangguan jiwa yang muncul atau karena overdosis zat yang digunakan.

Ancaman untuk bunuh diri adalah suatu kondisi emergency psikiatri, harus segera ditangani supaya akibat fatal dapat ditekan. Jika ada di sekitar kita ada orang yang menyatakan punya ide untuk bunuh diri, ajaklah bicara mengenai apa yang dia pikirkan dan dia rasakan. Jangan banyak memberi nasehat atau menawarkan solusi. Jangan pula bersikap menghakimi, dengarkan apa yang diceritakan dengan empati . Tanyakan apakah dia mempunyai rencana bunuh diri, waktunya, bagaimana caranya, dan lain-lain, supaya kita dapat mengamankan benda-benda yang bisa digunakan sebagai sarana untuk melakasanakan idenya.

Jika, sebelumnya ada riwayat perawatan gangguan jiwa atau bunuh diri, segeralah telepon dokter yang merawat, atau perawat jiwa yang dahulu menangani. Segera bawa ke UGD jika tendensi untuk melukai diri sendiri dan orang lain semakin meningkat.

Mari belajar untuk berbicara kepada orang lain jika kita merasa ada hal-hal yang mengganjal, sesuai dengan tema yang diangkat oleh WHO tentang Let's Talk, sehingga kita tidak merasa sendiri, dan segala pikiran dan peraaaan negatif dapat tersalurkan.

591 Views
Write your answer View all answers to this question