selasar-loader

Pilih mana, menjadi diri sendiri yang bebas atau menjadi diri yang bisa diatur?

LINE it!
Answered Mar 22, 2017

Manakah yang lebih disukai? Merasa menjadi diri sendiri yang bebas dan baik menurut pikiran sendiri atau menjadi diri yang bisa diatur dengan budaya, adat istiadat, kebiasaan dan norma?


Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

0nucmZ-04Q94Q_nw21ZRNyCCZ3yPuKvG.jpg

Pada dasarnya, semua orang ingin dan sangat menyukai kebebasan, baik itu dalam pilihan atau dalam membawa dirinya sendiri. Namun, bebas yang seperti apa? Bebas tanpa tanggung jawab? Bebas tanpa tanggunan? Bebas tanpa beban sama sekali? Rasanya, tidak ada kebebasan seperti itu, bahkan orang gila yang terlihat punya kebebasan absolut saja tidak bisa benar-benar bebas untuk gila-gilaan. Mereka diusir dan lari ke sana ke mari karena tidak disukai orang banyak.

Sebenarnya, menjadi diri sendiri sudah menjadi pilihan yang paling baik. Menjadi diri sendiri artinya menjadi original, menutup kuping dan mata dari dogma-dogma sosial dan orang lain. Jelas lebih enak seperti ini. Namun, untuk beberapa keadaan, kebebasan seperti ini kadang-kadang merugikan diri sendiri. Menjadi diri sendiri yang bebas di kantor? Yakin bebas? Menjadi diri sendiri yang bebas saat pertemuan keluarga? Yakin bebas?

Jadi, ya, balik lagi. Menjadi diri sendiri dan bebas itu sangat mungkin sekali. Cuma kata bebas di sini harus digarisbawahi, cetak miring, dan ditebalkan. Karena bebas, kadang harus terbatas.

527 Views
Write your answer View all answers to this question