selasar-loader

Seperti apa konsep negara dan bangsa di masa depan?

LINE it!
Answered Aug 16, 2017

Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

_ywD4AiQwoo1GrUZyCaBAM3KI0_vswNJ.jpeg

Bagus pertanyaannya, karena sebetulnya kita harus melihat sebuah negara sebagai suatu proses evolusi. Negara itu harus terus bertumbuh, seperti tumbuhnya ide, gagasan, dan kreativitas manusia.

Kalau sekarang ini kita sudah pindah 18 tahun yang lalu, dari negara ototiter kepada negara demokrasi, ada amandemen konstitusi yang berpendirian bahwa rakyat itu lebih penting daripada negaranya, organisasinya. Karena tugas dari negara itu adalah melindungi harkat, martabat, dan hak asasi manusia. Karena itulah, kemudian negara harus berhati-hati di dalam melakukan penanganan, pelayanan, kepemimpinan, dan lain-lain kepada rakyatnya.

Jangan berlaku falsafah totalitarian. Falsafah totalitarian mengatakan bahwa “yang total lebih penting daripada yang individu.” Gara-gara itu kemudian individual dikorbankan secara terus-menerus atas nama dan untuk kepentingan bersama, padahal dalam falsafah totalitarian itulah muncul kelompok tertentu yang mengatasnamakan publik kemudian meng-abuse hak asasi manusia, menabrak hak asasi manusia, menyalahgunakan kewenangan, menggunakan asas dan keuangan negara untuk kepentingan semena-mena dan sewenang-wenang.

Nah, kita sekarang ini punya konsep demokrasi yang telah kita amandemen konstitusinya empat kali. Rakyat dijamin kebebasannya. Negara melindungi warga negaranya, seluruh tumpah darahnya. Negara mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan seterusnya.

Dalam proses itu, kemudian tumbuhlah masyarakat merdeka yang bebas, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yaitu mereka yang kreatif. Maka kita harus menikmati format negara kita sekarang.

Dan di masa depan, jangan kita biarkan adanya anasir-anasir totaliter di dalam negara, anasir-anasir otoriter dalam negara yang setiap hari pekerjaannya adalah ingin membatasi kebebasan manusia. Apalagi kalau di benak mereka itu mulai muncul persepsi bahwa manusia itu jahat, warga negara itu jelek, karena itu harus dikekang, harus dilarang, harus ditutup ruang-ruang kreasinya sehingga ini akan mengerdilkan rakyat di masa depan, menciptakan rakyat-rakyat yang tidak punya masa depan, tidak punya harapan, dan lemah secara segala-galanya.

Jadi, masa depan kita adalah satu negara yang merdeka, yang dilindungi oleh konsepsi Pancasila. Alhamdulillah, kita sudah memiliki itu.

Tonton jawaban lengkap saya di video berikut ini,

Ilustrasi via idemy.com

372 Views
Write your answer View all answers to this question