selasar-loader

Siapa Abraham "Haji Lulung" Lunggana, mengapa ia dipecat dari Partai Persatuan Pembangunan dan apa kesalahannya?

LINE it!
Answered Mar 15, 2017

Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

LWR1CrD5U7wxxOFEuBeVRLQtb8WCmWPp.png

Abraham Lunggana alias Lulung adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia dipecat oleh kepengurusan PPP versi Djan Faridz. Kesalahan yang menjadi alasan pemecatan Lulung adalah karena yang bersangkutan tidak mengikuti garis kebijakan partai. Pemicunya adalah dukungan yang Lulung berikan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Seperti diketahui, PPP (versi Djan) mendukung duet petahana.

Pertanyaannya, kenapa Lulung baru dipecat sekarang? Bukannya sejak putaran pertama ia sudah membangkang dengan mendukung Agus-Sylvi?

Ada benang merah antara Djan, Lulung dan Basuki. Adalah Tanah Abang yang menghubungkan mereka. Politik selalu soal siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana. Saya tidak sepakat dengan Suhardi El-Behrouzy yang menyebut keputusan Lulung dilandasi panggilan hati. Tidak sesederhana itu.

Lulung adalah 'penguasa' Tanah Abang. Sila dicek ke mana larinya setoran uang parkir dan pungutan dari PKL seantero Tanah Abang. Sulit untuk mengatakan ini sebagai premanisme, karena sebagian aksinya dibungkus dengan perusahaan jasa keamanan yang dia dirikan. Ketika Pemprov DKI Jakarta (di bawah kepemimpinan Basuki) berusaha menata kawasan 'The Brother Land', kepentingan Lulung adalah yang paling terusik.

Kita tinggalkan dulu Lulung. Mari bicarakan soal Djan. Ia adalah bos dari PT. Priamanaya Djan International. Perusahaan ini sudah lama bersengketa terkait proyek Blok A. Kalau melacak di Mbah Google, keputusan hukum sepertinya sudah inkracht. Priamanaya harus menyerahkan kembali Blok A ke Pemprov DKI Jakarta (melalui PD Pasar Jaya).

Saya tidak tahu apakah keputusan itu sudah dieksekusi. Pastinya Djan tetap punya kepentingan untuk cawe-cawe pengelolaan pusat grosir yang konon terbesar di Asia Tenggara ini.

Makanya, Djan baru memecat Lulung sekarang, saat pilkada sudah memasuki babak final antara gubernur petahana melawan Anies-Sandi. Djan seolah ingin menunjukkan ke Basuki, 'gue serius lho dukung elo'.

Wajar kalau Lulung santai saja. Ia bahkan menyebut pemecatan ini lucu-lucuan sahaja. "Kalau hubungan pribadi dan pekerjaan saya tetap sama dia (menjalin hubungan dengan Djan), tetapi hubungan politik kami boleh beda pendapat," kata Lulung seperti disitat Kompas.com.

163 Views
Write your answer View all answers to this question