selasar-loader

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

LINE it!
Answered Mar 11, 2017

Arti Desvira
Mahasiswi Ilmu Komunikasi

6yhgZwHz6vuMx8TdlCa9zt3Cd5cOcPYS.jpg

Assalamualaikum, saya Arti Desvira. Mahasiswi ilmu komunikasi IISIP Jakarta. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini semampu saya dengan pengetahuan yang saya miliki. Ini menjadi salah satu tugas mata kuliah manajemen media massa. Semoga jawaban saya bermanfaat.

Saya memahami bahwa dalam dunia jurnalisme, terdapat adagium yang berbunyi, the fact is sacred atau fakta merupakan hal yang sangat penting (sakral). Tetapi, tidak lantas semua hal yang berhubungan dengan fakta, penyebutan nama, harus semuanya disebut. Yang ada, alih-alih dalam rangka menunjukan valid-tidaknya berita, justru pembaca merasa bingung dan tulisan cenderung kaku.

Fakta itu suci, jangan menambah atau menguranginya. Kebohongan publik adalah dosa sosial yang tak terampuni dan itu adalah pengkhianatan terhadap profesi dan jurnalisme. Maka, catatlah dengan detail sebuah peristiwa dan jangan pernah bermain-main dengan fakta yang ada. Perbaharui catatan Anda sesuai waktu yang berjalan, seiring perubahan yang bisa saja terjadi.

Kenapa berita harus mempunyai fakta? Karena fakta termasuk dalam syarat berita. Fakta dalam berita itu termasuk pada kejadian nyata, pendapat narasumber, dan pernyataan sumber berita. Kalaupun berita tersebut dibuat dari pendapat pribadi reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan, bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik namanya.

Jadi, di sini, para jurnalis tidak boleh berpersepsi tentang suatu masalah yang ia ketahui. Ia harus menuliskan masalah tersebut sesuai data yang ia peroleh dari narasumber. Biarlah para pembaca yang menyimpulkan dan memberi persepsi tentang berita apa yang seorang jurnalis itu buat.

289 Views
Write your answer View all answers to this question