selasar-loader

Mengapa Anda memilih pekerjaan menjadi anggota DPR?

LINE it!
Answered Aug 15, 2017

Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

iom-IxoQVNxLkkXCZOxMSTzU-VT0bvB1.jpg

Kalau bicara pekerjaan sih mungkin banyak story-nya ya, karena sebetulnya ini bukan pekerjaan. Ini adalah perjuangan. Maksudnya begini, saya itu sudah jadi aktivis sejak siswa. Ketika SMP, saya sudah aktif di kegiatan kemahasiswaan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Begitu di SMA, saya bergabung di OSIS. Kuliah pun begitu.

Pernah kuliah sebentar di Mataram dan saya dulu aktif di dakwah kampus. Kemudian saya di LDK, Lembaga Dakwah Kampus. Lalu ketika saya pindah di UI, saya aktif membina anak-anak jalanan, juga di masjid Arif Rahman Hakim dulu. Lalu kemudian menjadi aktivis senat, Forum Studi Islam, wartawan koran kampus, dan seterusnya sampai akhirnya menjadi Ketua Umum KAMMI menjelang reformasi.

Setelah Pak Harto mengundurkan diri, saya diminta oleh Prof. Habibie, presiden pada waktu itu, untuk menjadi anggota MPR. Saya kemudian dilantik menjadi anggota MPR, bisa dibilang yang termuda pada 1998. Setelah itu, teman-teman berkumpul, bikin partai. Dan, ya, efek lanjut dari bikin partai adalah orang menjadi pejabat publik dan dengan mencalonkan diri menjadi anggota DPR. Saya terpilih tahun 2004 menjadi anggota DPR/MPR sampai sekarang.

Dan saya kira itulah sejarahnya. Kita nggak datang apply, bawa CV, mendaftar. Nggak begitu. Tapi adalah satu rangkaian dari rangkaian perjuangan kita.

Tonton jawaban lengkap saya di video berikut ini,

 

447 Views
Write your answer View all answers to this question