selasar-loader

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

LINE it!
Answered Dec 09, 2016

Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

Hillary_Clinton_official_Secretary_of_St

Karena sistem pemilu di Amerika agak aneh, harusnya belajar ke Indonesia.

Gambar via upload.wikimedia.org

292 Views
Frisch Young

Sistem electoral vote yg jadi kunci kemenangan DT.

Tapi kalau benar ada indikasi campurtangan hacker Rusia yg memenangkan DT, mungkin HC yang jadi presiden AS ke 45
  Jan 14, 2017

Sabarman Saragih

Di amerika bukan one man one vote layaknya di Indonesia. Suara tergantung pada alokasi tiap negara bagian. Analogi sederhananya: jika jakarta dapat jatah 10 suara (DPT 5 jt), jawa timur 15 suara (DPT 15 jt).


jadi 1 suara jakarta = 1/2 jt voter, tapi di jatim 1 suara = 1 jt voter.
  Jan 3, 2017

Fathorrahman Fadli

Setuju brader adrian  Dec 26, 2016

Fathorrahman Fadli

Politik Amerika saat ini sudah menemukan titik nadirnya. Perkara utamanya adalah basis nilai yang dianut dalam demokrasi yang selama ini didewakan sebagai sistem politik yang diyakini paling benar. Padahal sandaran nilai yang digunakan dalam demokrasi adalah besar kecilnya suara. Jumlah suara menjadi sumber legitimasi politik yg kemudian dapat dengan begitu rupa menyerahkan kekuasaan politik dan masa depan suatu negara. Ini jelas berbahaya, karena jumlah suara bukanlah sumber kebenaran. Yang kemudian terjadi adalah praktik manipulasi suara untuk meraih setangkup bunga cinta kekuasaan. Lalu kekuasaan yang demikian tak punya lagi nilai dan marwah dimata publik. Sebab politik tidak lagi diletakkan dalam tempat yang terhormat. Ketika itu terjadi, maka yakinlah bahwa setiap saat penguasa itu akan mudah menginjak-injak hukum dan keadilan yang seharusnya mereka tegakkan

(Selamat sore dari Fathorrahman Fadli)

  Dec 26, 2016

Write your answer View all answers to this question