selasar-loader

(Tugas Esai) Apa solusi ketahanan pangan, ekonomi, dan energi di Indonesia?

LINE it!
Answered Aug 14, 2017

Essay Solusi Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Energi di Indonesia

Mahasiswa baru diwajibkan menuliskan sebuah essay dengan tema-tema yang menjadi sebuah permasalahan yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Dalam penulisan essay ini diharapkan mahasiswa baru mampu menuangkan pemikirannya kedalam sebuah tulisan serta belajar mengenai cara penulisan karya tulis yang baik dan benar. Oleh karena itu di dalam penulisan essay ini, mahasiswa baru menuliskan essay disertai dengan latar belakang, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka dengan bentuk paragraf bukan bentuk per bab, dari data-data yang didapatkan untuk essay tersebut. Mahasiswa baru akan mengerjakan essay ini secara online pada web Raja Brawijaya 2017 dan batas minimal penulisannya yaitu 1000 kata tidak termasuk daftar pustaka. Berikut tema dan judul penulisan essay yang dapat dipilih salah satu oleh mahasiswa baru.
 

Tema : Solusi Mahasiswa dalam Menangani 3 Permasalahan Pokok Indonesia” 
Judul : 
1. Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut
2. Mewujudkan Insentif bagi Masyarakat Sebagai Upaya Pemerataan Perekonomian Daerah
3. Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Upaya Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

Diharapkan dengan permasalahan yang diusung, mahasiswa baru bisa menjadi insan yang solutif dan mampu berinovasi dalam menyelesaikan 3 pokok pemasalahan yang ada di Indonesia. 

Dalam Essay tersebut cantumkan Nama, Cluster, dan Fakultas.


Nama:RISWANDA

Cluster: 11

Fakultas: Pertanian

Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut

 

Latar Belakang

Kondisi Geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau baik besar dan kecil dengan wilayah daratan dan lautan yang sangat luas serta posisi silang Indonesia yang sangat strategis membawa implikasi adanya kandungan sumber kekayaan alam yang berlimpah dan beraneka ragam yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Dengan melihat kondisi lingkungan geografis Indonesia serta sebagian besar mata pencaharian utama masyarakat Indonesia yang sebagai petani, sudah barang tentu hal tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia.

Namun beberapa tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan di sektor pertanian. Hal ini berakibat pada menurunnya hasil pertanian yang harus membuat negara kita mengimpor hasil pertanian dari negara luar. Miris memang ketika Indonesia dengan segala kekayaan alamnya harus mengimpor hasil pertanian dari negara luar yang mungkin kekayaan alamnya tidak sebanyak negara kita.

Menurunnya hasil pertanian disebabkan beberapa factor yaitu beralihnya fungsi lahan pertanian, pertanian dinilai kurang menguntungkan dan sebagainya. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi tentang menurunnya hasil pertanian di Indonesia. Sebenarnya bila pemerintah bisa lebih menerapkan pertanian berlanjut mungkin itu bisa mewujudkan ketahan pangan di Indonesia.

Isi

 

Bagi Indonesia, masalah ketahanan pangan sangatlah krusial. Pangan merupakan basic human need yang tidak ada substitusinya. Indonesia memandang kebijakan pertanian baik di tingkat nasional, regional dan global perlu ditata ulang. Persoalan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian harus kembali menjadi fokus dari arus utama pembangunan nasional dan global. 

 

Berikut ini adalah faktor faktor penyebab kurangnya minat masyarakat untuk mengembankan usaha di bidang pertanian yang akan mengakibatkan masalah pangan di Indonesia

 

Semakin berkurangnya Lahan pertanian                                                                             Lahan pertanian merupakan komponen utama yang diperlukan dalam membangun suatu usaha pertanian.Lahan pertanian yang dimiliki juga harus dalam skala yang luas.Sama halnya dengan ke-enam sub sektor usaha pertanian yang mengalami penurunan dalam selang waktu 10 tahun, Data dari BPS dalam kurun waktu sepuluh tahun (2003-2013) juga menunjukkan luas lahan pertanian di Indonesia tetap tidak mengalami peningkatan yaitu 25 juta hectare dari program pemerintah yang mengusahakan lahan pertanian baru seluas 100.000 hectare setiap tahunnya.. Ditambah lagi dengan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian setiap tahunnya semakin meningkat, hal ini diakibatkan pertambahan jumlah penduduk yang dibarengi dengan bertumbuhkembangnya pembangunan.Kondisi seperti ini akan menjadi penghambat usaha pencapaian ketahanan pangan nasional.

Penanaman modal di sector pertanian dinilai kurang menguntungkan                              Sektor pertanian di Indonesia sering kali mengalami fluktuasi produksi di setiap periodenya, yang terkadang memproduksi hasil pertanian yang melimpah dan tak jarang juga beberapa komuditas hasil pertanian hampir tidak diproduksi akibat gagal panen.
Sebagian besar petani di Indonesia kurang akan pengetahuan tentang dunia pertanian, dari awal pembibitan, pengolahan hingga program pasca panen. Tidak jarang ditemukan petani yang lebih memilih untuk pasrah terhadap komuditas pertaniannya yang terserang hama, mereka tidak tahu dan juga sektor pertanian dianggap lambat pertumbuhannya karena memerlukan proses yang lama untuk menghasilkan suatu produksi pertanian hal tersebut menjadi pertimbangan para investor untuk mengembangkan investasinya di sektor pertanian di Indonesia.

 

Perdagangan bebas                                                                                                           Desember 2015, negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, akan memasuki era baru penerapan perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara, yaitu ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Dengan adanya pasar bebas ini, akan memberi dampak lebih buruk terhadap sektor pertanian di Indonesia, hal ini dikarenakan Indonesia masih belum memilki sumber daya manusia yang kurang memadai, pengetahuan masyarakat Indonesia rata rata masih terbilang rendah dengan masyarakat di Negara Negara maju. Tentunya dalam menghasilkan suatu produk pertanian, Indonesia akan kalah saing dalam perdagangan dengan Negara Negara maju yang telah didukung dengan peralatan yang modern dalam pertanian, dan juga pengetahuan masyarakatnyayang tinggi akan dunia pertanian. Indonesia akan sangat sulit memasuki pasar dunia di eropa maupun asia, bahkan lebih buruknya lagi, pertanian di Indonesia sendiri akan lebih tidak dihargai dibandingkan dengan produk pertanian luar.

Dengan adanya faktor-faktor penyebab berkurangnya minat masyarakat terhadap sektor pertanian yang mengakibatkan berkurangnya jumlah hasil produksi pangan, Indonesia perlu menerapkan  sistem pertanian berkelanjutan. Diharapkan dengan menerapkan pertanian berlanjut Indonesia dapat mengatasi masalah pangan

Seperti yang kita  ketahui pertanian berkelanjutan adalah salah satu cara memproduksi makanan secara berlimpah tanpa menghabiskan sumber daya bumi atau mencemari lingkungannya. Ini adalah pertanian yang mengikuti prinsip-prinsip alam untuk mengembangkan sistem untuk membudidayakan tanaman dan ternak, seperti alam, mempertahankan diri. Pertanian berkelanjutan juga pertanian yang sesuai dengan nilai-nilai sosial, salah satu yang sukses tidak dapat dibedakan dari masyarakat pedesaan yang dinamis, kehidupan yang kaya untuk keluarga pada pertanian, dan makanan yang sehat untuk semua orang.

            Dalam beberapa dekade terakhir, petani berkelanjutan dan peneliti di seluruh dunia telah merespon dengan model industri ekstraktif dengan pendekatan berbasis ekologi, atau disebut juga sebagai alami, organik, input rendah, alternatif, regeneratif, holistik, sistem pertanian Biodynamic, biointensive, dan biologis. Semua dari mereka, yang mewakili ribuan peternakan, telah memberikan kontribusi terhadap pemahaman kita tentang apa sistem berkelanjutan, dan masing-masing dari mereka berbagi visi "pertanian dengan alam," mendaur ulang sebuah agroekologi yang mempromosikan keanekaragaman hayati, nutrisi tanaman, melindungi tanah dari erosi, melestarikan dan melindungi air, menggunakan pengolahan minimal, dan mengintegrasikan tanaman dan ternak perusahaan di pertanian.

 

 

 

 

Prinsip Pertanian Berkelanjutan, yaitu:

v  Tahu Pasar Anda, Lindungi Keuntungan Anda, dan Nilai Tambah ke Produk Anda

·   Diversifikasi usaha.

·   Pasar luar rantai pasokan komoditas dan integrator vertikal perusahaan.

·   Tekankan pemasaran langsung dan pasar premium khusus.

·   Pertimbangkan membentuk kerja sama dengan petani lainnya.

·   Tambahkan nilai melalui pada pengolahan pertanian.

v  Membangun Struktur Tanah dan Kesuburan

·         Mengurangi penggunaan pupuk sintetik dengan meningkatkan pengolahan nutrisi pertanian

·         Membuat keputusan pemupukan berdasarkan uji tanah.

·         Minimalkan atau menghilangkan pengolahan tanah.

·         Pikirkan tanah tidak hanya sebagai substrat fisik dan kimia tetapi sebagai entitas yang hidup, mengelola organisme tanah untuk melestarikan keragaman sehat mereka.

·         Menjaga penutup tanah sepanjang tahun dengan menggunakan tanaman penutup dan mulsa dan dengan meninggalkan sisa tanaman di lapangan.

v  Lindungi Kualitas Air dan luar lahan pertanian

·         Gunakan praktek bangunan tanah yang meningkatkan bahan organik tanah dan mendukung humus aktif biologis yang kompleks.

·         Gunakan praktik konservasi tanah yang mengurangi potensi limpasan air dan erosi.

·         Tanam tanaman tahunan, seperti hijauan, pohon, dan semak-semak.

·         Tanam tanaman penangkap atau tanaman penutup untuk mengambil nutrisi yang dapat larut ke lapisan tanah tersebut.

·         Memberikan daerah penyangga antara lahan dan badan air untuk melindungi terhadap nutrisi dan gerakan sedimen ke danau dan sungai.

·         Kelola irigasi untuk meningkatkan serapan hara dan mengurangi pencucian hara.

·         Menghasilkan ternak di padang rumput berbasis sistem.

v  Kelola Hama ekologis; Gunakan Pestisida Minimal

·         Mencegah masalah hama dengan membangun sehat, tanah biologis aktif, dengan menciptakan habitat bagi organisme yang menguntungkan, dan dengan memilih kultivar tanaman yang sesuai.

·         Lihat pertanian sebagai komponen dari ekosistem, dan mengambil tindakan untuk memulihkan dan meningkatkankeseimbangan predator hama. Memahami bahwa Kehadiran hama tidak selalu merupakan masalah, dasar setiap intervensi pada pemantauan dan ambang kerusakan ekonomi.

·         Sebelum melakukan intervensi dengan kimia, pastikanmengidentifikasi spesies hama dan belajar tentang siklus hidup dan ekologi. Menerapkan praktek-praktek budaya yang mengubah sistem tanam dan habitat sekitarnya untuk membuat hidup lebih sulit bagi hama dan mudah bagi musuh alaminya.

·         Gunakan pestisida sebagai pilihan terakhir, ketika kontrol biologis dan budaya telah gagal untuk menjaga populasi hama di bawah tingkat kerusakan ekonomis. Jika Anda harus menggunakan bahan kimia, carilah pestisida yang palingsedikit mengandung racun yang akan mengontrol hama.

v  Maksimalkan Keanekaragaman Hayati di Lahan Pertanian

·         Mengintegrasikan produksi tanaman dan ternak.

·         Gunakan pagar tanaman, tanaman insectary, tanaman penutup, dan penampungan air untuk menarik dan mendukung populasi serangga yang menguntungkan, kelelawar, dan burung.

·         Abaikan monocropping dan lebih mendukung rotasi tanaman, tumpangsari, dan penanaman pendamping.

·         Menanam persentase tanah Anda di pohon-pohon dan tanaman tahunan lainnya dalam penanaman permanen atau rotasi jangka panjang.

·         Kelola padang rumput untuk mendukung beragam pilihan tanaman hijauan.

·         Tanam tanaman penutup musim.

 

Indonesia harus mampu menjaga kestabilan pangan nasional dengan berbagai faktor penghambat yang ada. Itu merupakan tantangan tersendiri untuk bisa bangkit dan menjadi lebih baik

 

Kesimpulan

 

Berdasarkan isi di atas dapat disimpulkan bahwa dengan mengetahui prinsip-prinsip tentang pertanian berlanjut Negara kita mungkin bisa menghadapi krisis pangan yang sedang melanda. Dengan demikian Indonesia diharapkan mampu mengatasi ketahanan pangan dan bahkan mungkin bisa menjadi Negara yang bisa mengatasi ketahanan pangan internasional.

 

Daftar Pustaka

 

 http://prasarekzambonk.blogspot.co.id/2012/12/perbedaan-antara-pertanian-berlanjut.html

https://tublogbisnis.wordpress.com/2015/04/08/faktor-penyebab-dari-menurunnya-minat-masyarakat-terhadap-usaha-di-sektor-pertanian/

 

http://rufinaaristyani.blogspot.co.id/2013/06/makalah-ketahanan-pangan-di-indonesia.html

http://fhukum.unpatti.ac.id/htn-han/169-pembangunan-sektor-pertanian-dapat-meningkatkan-ketahahan-pangan-nasional

20 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored