selasar-loader

Mengapa Kompasiana mengganti logo?

LINE it!
Answered Mar 02, 2017

Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

TmwP_H7bWp9tDOCBA6SW-7lYqeUD3u1z.jpg

Saya mendapat tantangan melalui fitur Ask to Answer di Selasar dari seorang Selasares. Pertanyaan ini saya deteksi berasal dari Syaifuddin Sayuti, dosen yang suka ngeblog.

Ketika didirikan pada Juni 2008 dan diresmikan peluncurannya pada 22 Oktober 2008, Kompasiana mengusung tagline "Journalist Blog" dan kemudian berubah lagi menjadi "Sharing.Connecting". Pada awal tahun 2017, Kompasiana sekaligus mengubah logo dan slogannya dengan "Beyond Blogging". Tagline ini seperti ingin menegaskan kembali keberadaan Kompasiana sebagai platform yang mengakomodir opini atau laporan warga. Dari sisi ini, semangatnya tidak berubah. 

“Beyond Blogging” menggambarkan peran serta Kompasiana dalam menyatukan blogger dengan berbagai atar belakang pendidikan, letak geografis berbeda, usia, dan minat yang berlainan untuk bersinergi dalam berbagi konten, khususnya dalam bentuk tulisan (teks).

Logo dan tagline baru Kompasiana diresmikan dalam sebuah acara peluncuran di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Barat, Jakarta, Kamis 23 Februari 2017 lalu. Selaku salah seorang pendiri awal, saya mendapat undangan khusus via telepon dari Nurulloh untuk hadir bersama. Akan tetapi, karena saya harus berbagi pengetahuan tentang menulis di platform baru yang saya dan teman-teman buat, yaitu Selasar.com, kepada aktivis Walhi bekerja sama dengan Wimar Witoelar, saya tidak bisa hadir di Palmerah Barat.

Logo maupun slogan, apapun namanya, dibuat dengan maksud penyegaran. Refreshment. Mungkin logo dan tagline lama "Sharing.Connecting" sudah tidak relevan lagi dengan kekinian, sehingga logo baru perlu dibuat. Demikian juga dengan slogan baru yang menyertainya, yaitu Beyond Blogging, yang kalau boleh saya maknakan sendiri sebagai "tak sekadar ngeblog". Tantangan ke depan Kompasiana dengan logo dan tagline barunya itu adalah harus membuktikan kepada Kompasianer (pengguna Kompasiana) bahwa Kompasiana benar-benar sebuah media yang "tak sekadar ngeblog". 

"Beyond" ngeblog-nya harus dirinci apa saja. Misal, kalau selama ini dengan ngeblog di Kompasiana penggunanya bisa saling berbagi dan saling terhubungkan baik online maupun offline, menciptakan personal branding dan memberi hadiah uang/barang melalui lomba menulis, maka "Beyond" yang baru dari ngeblog di Kompasiana harus dijelaskan kepada para penggunanya. Dengan begitu, platform ini tidak asal mengubah logo dan membuat slogan baru, tetapi memang ada hal-hal baru yang ditawarkan.
 

472 Views
Rizky C

Seiring meningkatnya arus perkembangan teknologi dan platform sosial di jagat maya. Rasanya pergantian tagline dan logo merupakan salah satu peluru taktis untuk berkompetisi dengan partner2 serupa, selain untuk semakin menegaskan bahwasanya Kompasiana adalah platform blog bukan media arus utama.


Terima kasih Kang *angkat topi*

Salam,
Rizky C. Saragih
Marcomm Kompasiana
  Mar 2, 2017

Pepih Nugraha

Terima kasih sudah singgah di Selasar Mas Rizky. Sukses ya untuk logo dan slogan barunya Kompasiana. Saya juga sudah menorehkan tulisan ini di Kompasiana, semoga masih mendapat tempat.  Mar 2, 2017

Rizky C

Selalu dan akan pasti mendapat tempat pastinya untuk seorang Pepih Nugraha..  Mar 2, 2017

Write your answer View all answers to this question