selasar-loader

Setelah menikah, apa yang membuat kehidupan baru menjadi lebih bermakna?

LINE it!
Answered Feb 28, 2017

Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

EQ-VxpNucQTpjg9eLaPUBLtuYBKTFk6M.jpg

Menikah adalah salah satu fase dalam kehidupan. Setiap manusia normal memiliki cita-cita melanjutkan kehidupannya dengan cara menikah. Mengapa demikian? Sebab, menikah itu sendiri merupakan upaya melanjutkan keturunan. Dalam agama tertentu, melanjutkan keturunan adalah kewajiban. Maka, mereka dibuat berpasang-pasangan dengan jenis kelamin yang berbeda, sebab hanya dengan cara inilah kehidupan dapat berlanjut.

Fase ini tidak datang ujug-ujug. Menikah tidak asal mencari pasangan, memuaskan seks, lalu punya keturunan. Dimulai dengan pacaran ala cinta monyet, berlanjut ke arah yang lebih serius. Jarang ada pasangan sekali berpacaran langsung menikah. Ada proses. Kita sering mendapat cerita pernikahan tanpa didahului pacaran sebagaimana nenek-moyang. Tapi itu dulu. Sekarang, hampir tidak ada pernikahan yang tidak melampaui proses pacaran ini, kecuali di beberapa tampat yang masih tersisa di kolong langit ini.

Pernikahan tidak lebih dari upaya menyatukan dua jiwa, dua karakter, dua wujud manusia yang berbeda dengan harapan bisa berlayar bersama ke satu tujuan. Cara pandang ini harus sudah dipupuk dan menjadi "credo" bahkan sebelum pernikahan terjadi. Itulah sebabnya di agama tertentu ada "pelatihan menikah" atau "pelatihan berumah tangga" yang dilakukan komunitas rumah ibadah. Tujuannya, agar pasangan sama-sama memahami dua karakter berbeda ini sejak dini.

Pernikahan menjadi bermakna jika satu sama lain, masing-masing pasangan, bisa saling memahami, mampu saling meminimalisir perbedaan pandang, memperhalus pertentangan dan mengeksekusi rencana-rencana yang sudah disepakati bersama. Memperoleh anak atau mendapat keturunan adalah makna lainnya yang tidak akan dibahas dalam jawaban singkat saya ini. Lain waktu.

154 Views
Write your answer View all answers to this question